Bekasi — Perburuan kursi di kelas elite Sekolah Manusia Unggul (Maung) SMA Negeri 1 Kota Bekasi memasuki babak final. Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027 kini resmi menginjak tahapan daftar ulang setelah menyaring ratusan calon siswa ketat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Kota Bekasi, Sukiman, menjelaskan bahwa panitia hanya menyediakan masa tenggat selama dua hari bagi para calon siswa yang lolos untuk mengamankan kursi mereka.
“Daftar ulang dibuka hari ini dan besok,” ujar Sukiman, Selasa (9/6/2026).
Untuk tahun ajaran ini, SMA Negeri 1 Kota Bekasi mengalokasikan kuota total sebanyak 384 kursi.
Jumlah tersebut nantinya akan dipecah ke dalam 12 rombongan belajar (rombel) atau kelas. “Setiap rombel untuk Sekolah Maung kami isi dengan 32 murid,” kata dia menambahkan.
Berbeda dengan jalur reguler, penerimaan Sekolah Maung mengombinasikan pelbagai klaster prestasi guna menjaring murid-murid berspesifikasi tinggi.
Kuota 384 kursi tersebut diperebutkan melalui empat jalur utama yakni, jalur nilai rapor 50 persen, jalur kejuaraan akademik 20 persen, jalur kompetensi non-akademik 20 persen dan potensi akademik 10 persen.
Khusus untuk yang membidik kursi dari jalur potensi akademik, panitia menerapkan standar kelayakan yang tinggi.
Calon siswa diwajibkan mengantongi skor IQ minimal 130 berdasarkan skala Wechsler—sebuah angka yang menempatkan pemiliknya dalam kategori superior hingga very superior.
Dokumen hasil tes kecerdasan itu pun tidak bisa dikeluarkan sembarangan.
“Hasil tes IQ wajib diterbitkan oleh psikolog yang terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) atau oleh perguruan tinggi terakreditasi yang menyelenggarakan psikotes,” tutur Sukiman.
Saringan tidak berhenti pada angka di atas kertas. Sukiman menekankan bahwa karakter psikologis anak juga dipantau.
“Itu dibuktikan dari skor IQ ya, skala Wechsler itu minimal 130. Kemudian memiliki kreativitas tinggi, dan ketahanan terhadap tugas yang kuat,” ungkapnya.
Timeline penerimaan siswa Sekolah Maung ini sengaja dirancang maju beberapa langkah dari kalender pendidikan nasional.
Proses pendaftaran dan seleksi administrasi serta akademik telah digulirkan sejak 25 hingga 29 Mei 2026 lalu, dan puncaknya adalah daftar ulang pada 9-10 Juni 2026 ini.
Strategi lini masa yang dipercepat ini, menurut Sukiman, merupakan bantalan pengaman bagi para pendaftar yang terdepak dalam persaingan ketat Sekolah Maung.
“Pelaksanaannya lebih awal dibandingkan sekolah reguler. Tujuannya agar sekolah peserta didik yang belum lolos di Sekolah Maung, masih memiliki kesempatan mengikuti SPMB di sekolah reguler,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













