Bekasi  

Teror Ular di Permukiman Warga, Tim Resque Damkar Bekasi Ungkap Sudah 100 Kasus dalam 3 Bulan

Pengevakuasian ular sanca di rumah kosong Cibitung, Kabupaten Bekasi. Foto: Ist
Pengevakuasian ular sanca di rumah kosong Cibitung, Kabupaten Bekasi. Foto: Ist

Bekasi — Teror reptil melata di area pemukiman warga Kota Bekasi masih berada di tensi tinggi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi melaporkan grafik permintaan evakuasi ular melonjak drastis dalam beberapa waktu terakhir hingga membuat tim rescue harus bersiaga penuh 24 jam.

Anggota Tim Rescue Disdamkarmat Kota Bekasi, Eko Budi Santoso—atau yang karib disapa karibnya dengan julukan Eko Uban—membeberkan statistik yang cukup mencengangkan.

Pihaknya mencatat telah mengeksekusi lebih dari 100 panggilan darurat khusus penanganan ular hanya dalam kurun waktu tiga bulan ke belakang.

Bahkan, intensitas pergerakan ular makin liar dalam kurun sepekan terakhir, di mana tim rescue sukses mengamankan sedikitnya 30 ekor ular dari berbagai sudut ruangan rumah warga.

Guna menjamin keamanan publik, seluruh ular yang berhasil ditangkap tidak langsung dimusnahkan, melainkan dikarantina di wadah khusus yang terkunci rapat sebelum dikembalikan ke alam liar.

“Saya rilis di habitatnya jauh dari pemukiman warga, sebelumnya saya tampung dulu di rumah dan tempatnya khusus jadi ular gak bisa kemana-mana,” ujar Eko Uban saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).

Tingginya intensitas perjumpaan manusia dengan ular ini membuat Eko meniup peluit peringatan keras bagi warga Bekasi.

Ia meminta masyarakat membuang jauh-jauh ego kepahlawanan untuk mencoba menangkap atau melumpuhkan ular secara mandiri tanpa alat pelindung diri (APD) yang memadai.

Eko menceritakan insiden berdarah yang menimpa seorang warga pada pekan lalu akibat nekat berduel dengan ular tanpa keahlian khusus.

Korban menderita luka robek serius digigit ular hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan menerima puluhan jahitan medis.

“Kalau melihat ular, boleh berteriak untuk meminta bantuan, tetapi tetap pantau pergerakannya. Jangan mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Minggu lalu ada warga yang mencoba menangkap ular dan mengalami luka hingga harus mendapat 20 jahitan. Segera hubungi Damkar atau petugas yang berpengalaman,” tegas Eko mengingatkan.

Aksi heroik kru Disdamkarmat terbaru tecatat saat tim rescue melakukan evakuasi di kawasan Bekasi Timur pada Rabu, 17 Juni 2026. Petugas mendapat laporan adanya ular sanca kembang berukuran raksasa yang bersarang di sebuah rumah kosong di Jalan Halmahera 2 Nomor 95, RT 06/RW 18, Bekasi Timur.

Proses evakuasi ular piton sepanjang empat meter tersebut dilaporkan berjalan dramatis dan menguras keringat petugas. Mengetahui kedatangan manusia, ular pembelit itu memilih mundur dan merayap masuk ke dalam lubang tanah sedalam satu meter.

Petugas terpaksa melakukan teknik pancingan dan duel “tarik tambang” secara hati-hati agar tubuh ular tidak terluka di dalam tanah.

Setelah berjibaku hampir satu jam, ular sanca berbobot besar itu akhirnya berhasil ditarik keluar menggunakan tongkat penjepit dan langsung dievakuasi ke Markas Komando Damkar guna menghindari amukan warga sekitar yang ketakutan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *