Bekasi  

Bukan Ulah Begal, Dua Jasad di Selokan Cimuning Ternyata Korban Tawuran

Bekasi - Polres Metro Bekasi Kota saat mengevakuasi jasad remaja yang diduga menjadi korban begal di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat (19/6/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Polres Metro Bekasi Kota saat mengevakuasi jasad remaja yang diduga menjadi korban begal di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat (19/6/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Teka-teki penemuan dua jasad pria yang terkapar di dalam saluran air di Jalan Raya Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, akhirnya beralih arah.

Pihak kepolisian meluruskan narasi viral di media sosial yang sebelumnya menyebutkan bahwa kedua korban merupakan korban pembegalan sadis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, peristiwa berdarah pada Jumat (19/6/2026) dini hari, tersebut murni dipicu oleh bentrokan antarkelompok remaja.

“Kami meluruskan bahwa kejadian di Bekasi Kota itu bukan korban dari kejahatan jalanan ya, atau curas (pencurian dengan kekerasan/begal). Tetapi itu merupakan dampak dari akan dilaksanakannya aksi tawuran,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2026).

Akibat terseret dalam pusaran bentrokan tersebut, kedua korban dieksekusi secara brutal menggunakan senjata tajam oleh kelompok lawan hingga terjungkal ke dalam parit dan tewas di lokasi kejadian.

Bergerak cepat pasca-temuan jasad yang sempat menggegerkan warga Mustikajaya tersebut, tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota langsung memburu para eksekutor pembacokan.

Hingga saat ini, polisi mengonfirmasi telah berhasil meringkus empat orang pelaku yang bertanggung jawab atas tewasnya kedua korban.

“Sudah diamankan empat orang oleh penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ungkap Budi Hermanto.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Andi M Iqbal, juga membenarkan penangkapan kilat tersebut sejak Sabtu (20/6/2026).

Namun, saat itu pihak kepolisian masih bersikap hati-hati dalam menentukan motif utama di balik aksi kekerasan tersebut sebelum seluruh saksi dan pelaku selesai diinterogasi.

Kasus ini pertama kali mencuat dan viral setelah rekaman video amatir warga memperlihatkan dua jasad pria berinisial D (17) dan K (19) ditemukan dalam posisi telungkup di dalam parit warga pada Jumat (19/6/2026) subuh.

Di saat bersamaan, beredar kesaksian dari rekan korban selamat berinisial MIA (18) serta warga sekitar bernama Tera yang menduga ada perampasan sepeda motor (begal) karena situasi mencekam di depan gerbang Perumahan Mutiara Gading Timur (MGT).

Dengan adanya rilis resmi dari Polda Metro Jaya hari ini, status perkara resmi dinyatakan sebagai aksi tawuran berdarah.

Pihak penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan konfrontatif terhadap keempat pelaku guna menguliti kronologi lengkap, menentukan siapa saja eksekutor utama, serta mencari tahu keberadaan senjata tajam yang digunakan dalam insiden maut tersebut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *