Bekasi — Kawasan bersejarah Jalan Ir. H. Juanda dan Pasar Baru Bekasi tengah bersiap bersolek total. Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan proyek penataan besar-besaran untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang publik, sekaligus menciptakan pusat perniagaan yang tertib, modern, dan nyaman bagi warga bumi patriot.
Pembenahan menyeluruh ini dinilai sudah sangat mendesak mengingat koridor utama tersebut merupakan salah satu urat nadi perekonomian dan wajah kota yang sudah puluhan tahun minim sentuhan perubahan.
“Sejak saya bertugas di Bekasi sekitar 26 tahun lalu, kondisi kawasan ini kurang lebih masih sama. Karena itu, pemerintah hadir untuk melakukan perubahan dan penataan secara bertahap agar kawasan ini menjadi lebih baik,” ujar Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Senin (22/6/2026).
Titik krusial dalam mega proyek ini adalah sterilisasi area trotoar dan badan jalan yang selama ini macet akibat menjamurnya lapak pedagang kaki lima (PKL). Namun, Pemkot Bekasi menegaskan tidak akan memakai cara represif yang mematikan dapur para pedagang.
Sebagai solusinya, seluruh pedagang yang biasa “kucing-kucingan” di luar pagar kini difasilitasi untuk masuk ke dalam area resmi gedung Pasar Baru Bekasi. Relokasi ini dikawal ketat lewat sistem pendataan dan pendaftaran los secara terbuka.
“Kami tidak mengurangi hak pedagang untuk berusaha. Justru pemerintah menyiapkan fasilitas di dalam pasar agar aktivitas perdagangan menjadi lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja,” jelasnya.
Bukan sekadar menggeser lapak, paket penataan ini juga mengawinkan perbaikan infrastruktur fisik secara radikal di sepanjang Jalan Juanda.
Diantara perbaikan infrastruktur itu ialah pemasangan sistem drainase modern menggunakan beton u-ditch untuk mengalirkan genangan air langsung menuju Kali Baru guna mengusir banjir cileuncang.
Kemudian juga pemasangan lampu penerangan jalan baru, perbaikan emplasemen semen pasar, serta pelebaran fasilitas trotoar ramah pejalan kaki.
Pemkot Bekasi mengunci anggaran jumbo sebesar Rp5 miliar khusus untuk merevitalisasi Lapangan Margahayu yang lokasinya bertetangga dengan pasar, agar bertransformasi menjadi pusat olahraga dan ruang terbuka hijau (RTH) publik.
Pemkot Bekasi optimistis dengan lingkungan yang bersih, aman dari copet, dan estetik, gairah belanja masyarakat ke Pasar Baru justru akan melonjak drastis yang bermuara pada naiknya omzet para pelaku UMKM lokal.
Guna mengantisipasi adanya pedagang bandel yang nekat kembali menggelar lapak di atas trotoar pasca-relokasi, tim gabungan disiapkan untuk melakukan pengawasan berkala secara persuasif.
Wajah baru koridor Jalan Juanda dan Pasar Baru ini diproyeksikan mulai terlihat bugar dan estetik dalam satu hingga dua bulan ke depan, sekaligus menandai era baru penataan kota Bekasi yang lebih manusiawi.













