Bekasi – Polres Metro Bekasi Kota telah mengamankan sopir truk boks yang terlibat dalam kecelakaan maut di Simpang Unisma, Jalan Cut Meutia, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (29/6/2026). Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan satu orang dan melukai sembilan lainnya.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB saat truk melaju dari arah Rawapanjang menuju Rawasemut.
“Pada pagi tadi sekitar pukul 08.45 WIB terjadi kecelakaan lalu lintas di traffic light depan Unisma, Kota Bekasi. Kami semua turut berduka cita atas kejadian tersebut,” kata Kusumo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sopir mengaku rem truk mulai tidak berfungsi sekitar 50 hingga 100 meter sebelum lokasi kejadian. Meski telah berupaya mengurangi kecepatan, truk tetap melaju hingga menghantam antrean sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah.
“Pengemudi menyampaikan bahwa sekitar 50 sampai 100 meter sebelum lokasi, rem kendaraan sudah tidak bisa dipergunakan. Yang bersangkutan sudah berupaya mengurangi kecepatan, tetapi kendaraan masih mengenai para korban,” ujarnya.
Kusumo menegaskan, keterangan tersebut masih merupakan pengakuan awal dari sopir dan akan didalami melalui proses penyidikan serta pemeriksaan teknis terhadap kendaraan.
“Untuk pengemudi kendaraan sudah kami amankan di Polres. Saat ini masih dalam proses penyidikan dan kami masih mendalami informasi-informasi dari yang bersangkutan,” ucapnya.
Menurut Kusumo, pemeriksaan awal juga menunjukkan kondisi sopir dalam keadaan sehat saat mengemudikan truk.
Polisi kini mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan saksi, serta memeriksa kondisi teknis kendaraan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Kami masih perlu penyelidikan yang lebih mendalam, termasuk terkait kecepatan kendaraan. Sejumlah saksi di lokasi maupun korban juga sudah kami mintai keterangan,” katanya.
Kusumo mengungkapkan truk tersebut dalam kondisi tanpa muatan dan sedang menuju kawasan sekitar Terminal Bekasi untuk mengambil barang.
“Muatannya kosong. Kendaraan itu dari Cakung menuju sekitar Terminal Bekasi untuk mengambil barang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan perusahaan angkutan barang agar rutin melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan sehingga kendaraan yang tidak laik jalan tidak tetap beroperasi di jalan raya.
“Seharusnya perusahaan, terutama yang mengoperasikan kendaraan berat, secara berkala memeriksakan kendaraannya. Jangan sampai kendaraan yang tidak laik jalan masih beroperasi karena sangat membahayakan pengguna jalan lainnya,” tegas Kusumo.
Dalam kecelakaan tersebut, sebanyak 10 orang menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan delapan lainnya mengalami luka ringan. Hingga kini, penyidik masih menyelidiki dugaan rem blong sebagai penyebab utama kecelakaan tersebut.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













