Transformasi Digital IKM, Dosen LSPR Latih Pelaku Usaha Naik Kelas “Dari Produk Menjadi Brand”

Bekasi - Pelatihan bertajuk "Dari Produk Menjadi Brand" oleh dosen LSPR bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Depok. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Pelatihan bertajuk "Dari Produk Menjadi Brand" oleh dosen LSPR bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Depok. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Depok — LSPR Institute of Communication and Business berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok menggelar pelatihan bertajuk “Dari Produk Menjadi Brand” bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Kegiatan yang diikuti oleh 11 pelaku usaha dari Komunitas Fesyen Depok ini berlangsung di Balai Kota Depok, Selasa (14/7/2026).

Pelatihan ini diinisiasi untuk mendongkrak kapasitas pelaku IKM dalam menembus pasar digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguatan identitas merek (branding), dan optimalisasi iklan digital.

Dua dosen LSPR Institute hadir sebagai narasumber utama untuk mengupas tuntas formula transformasi bisnis konvensional ke ranah digital.

Social Media Content Strategy with AI, Kartini Dwi Sartika, membekali peserta cara memanfaatkan teknologi AI untuk menyusun rencana konten, memicu ide kreatif, merancang kalender media sosial, hingga memproduksi copywriting yang persuasif.

Kartini mengingatkan bahwa AI berperan sebagai alat bantu produktivitas, sementara sentuhan kreativitas orisinal manusia dan pemahaman audiens tetap menjadi kunci keautentikan komunikasi.

Branding, Positioning, and Placement Ads, Zhafran Tsany Yudizon, mengulas pentingnya konsistensi identitas visual dan pesan sebuah merek di pasar.
Selain diajarkan dasar-dasar pengoperasian Meta Ads untuk membidik konsumen secara presisi, para peserta juga ditantang mempresentasikan skema bisnis mereka melalui Brand Model Canvas.

Program pemberdayaan masyarakat ini dirancang lewat kolaborasi solid tim dosen dan mahasiswa LSPR yang juga diperkuat oleh Nareswari Kumaralalita, (Dosen), Annisa Rais Marwati, (Tenaga Pendidik), serta Yosephin Sandy Cristy (Mahasiswa).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Widyati Riyandani, menyambut positif terobosan edukasi ini.

Ia optimistis produk fesyen lokal Depok mampu bersaing di kancah nasional jika dikemas dengan strategi komunikasi merek yang matang.

“Saya melihat potensi yang luar biasa dari IKM Kota Depok. Semoga kolaborasi ini tidak hanya terjadi sekali ini saja, dan dapat terus berkelanjutan,” ungkap Widyati.

Sinergi antara LSPR Institute dengan pemerintah daerah ini juga menjadi manifestasi nyata dalam mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs).

Khususnya pada aspek Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).

Melalui pembekalan literasi digital mutakhir ini, IKM Kota Depok diharapkan tidak lagi sekadar menjual komoditas produk biasa, melainkan mampu melahirkan merek lokal yang kuat, memiliki daya saing tinggi, dan siap bertumbuh di era ekonomi digital.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *