Bekasi  

Cegah Calo dan Pungli, KDM dan Tri Adhianto Dorong Aplikasi Nyari Gawe di Kota Bekasi

Bekasi - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sosialisasikan aplikasi Nyari Gawe (26/10/2026). Sediakan 2.887 lowongan kerja bebas calo. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sosialisasikan aplikasi Nyari Gawe (26/10/2026). Sediakan 2.887 lowongan kerja bebas calo. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Warga Kota Bekasi kini memiliki saluran resmi yang lebih aman dan transparan dalam mengakses informasi kesempatan kerja melalui platform aplikasi Nyari Gawe.

Program digitalisasi pasar kerja yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), tersebut resmi didorong penggunaannya di Kota Bekasi bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, guna memberantas praktik percaloan dan penipuan tenaga kerja.

Dalam ajang Bursa Kerja Daring (Online Job Fair) edisi keenam tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan di Bekasi, Senin (26/10/2026), tercatat sebanyak 2.887 lowongan kerja dibuka oleh 23 perusahaan dengan menyerap 68 variasi posisi/jabatan, baik penempatan dalam negeri maupun luar negeri.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa antusiasme warga Kota Bekasi terhadap aplikasi Nyari Gawe sangat tinggi, terlihat dari lonjakan jumlah pendaftar yang melampaui kuota pada sejumlah formasi lowongan hanya dalam beberapa hari peluncuran.

Berita Bekasi Lainnya  Rp 30 Miliar untuk Kalimalang, Antara Ambisi Wisata dan Ujian Prioritas Kota

“Sekarang sudah tidak ada waktunya lagi melalui calo. Beberapa waktu lalu ada warga masyarakat yang merasa tertipu, bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi juga warga dari luar daerah yang masih mengandalkan sistem perekrutan tenaga kerja secara tatap muka,” tegas Tri Adhianto.

Tri menekankan pentingnya transparansi informasi lowongan kerja luar negeri melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terverifikasi legalitasnya di platform Nyari Gawe.

Langkah proteksi ini krusial mengingat masih maraknya kasus penipuan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural (ilegal) yang merugikan warga Bekasi.

Aplikasi Nyari Gawe dirancang ramah bagi seluruh jenjang pendidikan—mulai dari lulusan SD, SMP, SMA, SMK, hingga Sarjana (S1)—serta mengakomodasi rentang usia pencari kerja hingga 45 tahun.

Berita Bekasi Lainnya  Aset Rampasan KPK Senilai Rp3,6 Miliar Diserahkan ke Pemkot Bekasi untuk Polder Air

Tri berharap terobosan ini menjadi sarana efektif dalam menekan angka Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Bekasi yang saat ini berada di kisaran 7 persen.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan bahwa integrasi bursa kerja daring dan aplikasi Nyari Gawe yang digelar berpindah-pindah lokasi setiap pekan bertujuan untuk memotong mata rantai pungutan liar (pungli) yang kerap membayangi proses rekrutmen manual di kawasan-kawasan industri.

Melalui skema ini, perusahaan industri dan manufaktur diwajibkan mengunggah lowongan secara mandiri agar para calon pekerja dapat berinteraksi dan mengirimkan berkas lamaran langsung tanpa perantara pihak ketiga.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat memastikan akan terus mempublikasikan pembaruan (update) lowongan dari mitra P3MI dan industri secara berkala di portal resmi Nyari Gawe guna memperluas jangkauan kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Barat.

Berita Bekasi Lainnya  Sejalan dengan Visi Prabowo, PPIN Kota Bekasi Dukung Tri Adhianto untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak  berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *