Bekasi — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kunjungan kerja peninjauan dan monitoring proyek infrastruktur strategis di Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026).
Inspeksi lapangan difokuskan pada dua titik krusial: peresmian pemulihan operasional Jembatan Kemang Pratama di Kecamatan Bekasi Selatan serta pematangan rencana konstruksi Flyover Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi dukungan konkret pemerintah pusat terhadap percepatan penataan jaringan jalan dan penguraian titik kemacetan di Kota Bekasi.
“Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap pembangunan memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas warga,” ujar Tri Adhianto.
Solusi Bottleneck Perlintasan Sebidang Kereta Api Bulak Kapal
Kunjungan dilanjutkan ke kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, yang menjadi salah satu simpul bottleneck paling padat di Kota Bekasi akibat tingginya frekuensi perlintasan sebidang kereta api.
Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan Flyover Bulak Kapal telah menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas serta memperlancar arus barang dan jasa.
“Setiap lima menit KRL lewat. Jadi, ini isu yang sudah lama, ketika traffic akan sangat terdampak oleh mobilitas kereta, yang itu juga digunakan secara masif oleh masyarakat kita untuk melakukan perjalanan setiap hari. Oleh karena itu, solusi untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa sekaligus mengurai bottleneck atau kemacetan yang ada di Bulak Kapal ini perlu dibangun flyover,” ungkap AHY.
Secara teknis, Flyover Bulak Kapal dirancang sepanjang 500 meter dengan spesifikasi clearance (ruang bebas) setinggi 7,5 meter sesuai standar keselamatan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Proyek ini membutuhkan alokasi pembebasan lahan sebesar Rp126 miliar yang ditanggung APBD Pemkot Bekasi, serta estimasi anggaran fisik konstruksi senilai Rp186 miliar.
Pembebasan Lahan Rampung November, Target Selesai Triwulan I 2028
Terkai progres lahan, dari total 76 bidang tanah yang terdampak, sebanyak 40 bidang telah rampung dibebaskan. Pemkot Bekasi menargetkan penyelesaian pembayaran 36 bidang tanah sisanya pada November 2026.
“Untuk pembebasan lahan, kami terus melakukan koordinasi dan percepatan bersama seluruh pihak terkait. Kami berharap seluruh proses dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik Flyover Bulak Kapal dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan,” tegas Tri Adhianto.
Penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) konstruksi dijadwalkan pada awal November 2026. Pembangunan fisik diproyeksikan memakan waktu pelaksanaan selama 16 bulan dengan target penyelesaian (soft launching) pada Triwulan I 2028.
Di sisi lain, rombongan turut memantau kondisi Jembatan Kemang Pratama yang sempat terputus total akibat bencana banjir pada Maret 2025 lalu. Jembatan tersebut telah selesai direkonstruksi penuh dan kembali beroperasi melayani kendaraan sejak 19 Agustus 2026.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya












