Bekasi — Wali Kota Bekasi menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Bekasi dalam mengakselerasi penyelesaian pembebasan lahan guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional di wilayahnya.
Komitmen tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja lapangan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang meninjau dua titik vital infrastruktur Kota Bekasi: rekonstruksi Jembatan Kemang Pratama dan rencana pembangunan Flyover Bulak Kapal.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Bekasi membeberkan progres pembebasan lahan proyek Flyover Bulak Kapal. Dari total 76 bidang tanah yang dibutuhkan, sebanyak 40 bidang telah dinyatakan tuntas dibebaskan, sementara 36 bidang sisanya kini masuk tahap formulasi penyelesaian cepat.
“Kalau melihat bidangnya, dari 76 bidang yang dibutuhkan, 40 sudah selesai. Sisanya sekitar 36 bidang. Sebagian merupakan milik PJT, Kementerian Sosial, serta terdapat lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Ini sedang kita rumuskan agar ada upaya percepatan,” tegas Tri Adhianto.
Guna memastikan jadwal konstruksi tidak meleset, Pemkot Bekasi menetapkan batas akhir (deadline) penyelesaian pembebasan lahan pada 2 November 2026.
Pihaknya juga telah meminta dukungan Menko AHY untuk memfasilitasi koordinasi lintas kementerian dan lembaga pemilik lahan.
Jika proses ganti rugi secara langsung mengalami kendala administratif, Pemkot Bekasi siap menempuh jalur hukum melalui mekanisme konsinyasi (penitipan uang ganti kerugian di pengadilan negeri).
Pemilik lahan yang telah menerima pembayaran diberikan tenggat waktu satu minggu untuk melakukan pembongkaran bangunan secara mandiri sebelum tindakan penertiban dilakukan oleh petugas Pemkot Bekasi.
Proyek bernilai Rp188 miliar yang bersumber dari dukungan anggaran pemerintah pusat ini dijadwalkan memasuki tahapan penandatanganan kontrak kerja pada 14 November 2026, dengan pelaksanaan fisik di lapangan dimulai serentak pada 15 November 2026.
Guna mengantisipasi dampak kemacetan selama masa konstruksi, Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi telah menyusun skema rekayasa lalu lintas.
Diantaranya pengalihan arus kendaraan dialihkan melalui kawasan Jalan Ampera dan Jalan Muhammad Yamin.
Pemkot Bekasi tengah berkoordinasi untuk membuka jalur frontage milik PT KAI guna menghubungkan kawasan Rawapanjang, Bulak Kapal, Ampera, hingga Jalan Muhammad Yamin.
Pasca-operasional flyover, perlintasan sebidang kereta api Bulak Kapal akan ditutup permanen untuk menghilangkan titik konflik kecelakaan lalu lintas.
Tri Adhianto mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung penuh kelancaran proyek bernilai strategis ini agar konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan Kota Bekasi dapat terakselerasi secara maksimal.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya












