# Go-News

Kabupaten Bekasi Perpanjang PSBB Proporsional

Kabupaten Bekasi Perpanjang PSBB Proporsional
Bupati Eka Supria Atmaja

Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengajukan perpanjangan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional mengingat masa berlaku status serupa sebelumnya telah berakhir. Sebab, PSBB perlu diteruskan kembali mengingat wilayahnya masih masuk zona kuning Covid-19.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmadja mengatakan, karena masih zona kuning tersebut, Kabupaten Bekasi sangat perlu memperpanjang PSBB Proporsional.

“Sudah kita ajukan ke Gubernur Jawa Barat, terhitung Jumat (kemarin) hingga dua pekan kedepan,” kata Eka, Sabtu (18/7/2020).

Menurut dia, keputusan memperpanjang PSBB tersebut berdasarkan hasil evaluasi atas meningkatnya kasus konfirmasi positif di wilayah Kabupaten Bekasi pada 14 hari PSBB proporsional sebelumnya.
Sepanjang bulan ini,adanya lonjakan kasus positif sebanyak 66 orang yang mayoritas disumbang oleh klaster kawasan industri.

Salah satu perusahaan di Kawasan Industri Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara bahkan menemukan kasus konfirmasi positif hingga 40 orang.

“Tracking (melacak), tracing (menelusuri), screening (penapisan), hingga kuratif awal serta Swab Test PCR terus dilakukan di sejumlah episentrum klaster industri,” ungkapnya.

Selain kawasan industri pihaknya juga tengah melakukan tes usap masif di lingkungan pasar tradisional dengan menyasar pedagang, pengunjung, hingga pengelola pasar yang memiliki interaksi tinggi.

“Hasil tes usapnya belum ada yang keluar sementara targetnya semua pasar tradisional,” ujarnya.

Sementara berdasarkan situs pikokabsi.bekasikab.go.id mencatat total kasus konfirmasi sebanyak 65 orang dengan rincian 31 orang menjalani perawatan di rumah sakit sementara 34 lainnya melakukan isolasi mandiri.Sejak awal pandemi, kasus konfirmasi di Kabupaten Bekasi mencapai 339 kasus.

Kemudian dengan jumlah kesembuhan sebanyak 253 orang sementara angka kematiannya 21 orang atau enam persen. Dari laman situs yang sama diketahui pula kasus suspek atau sebelumnya dikenal dengan pasien dalam pengawasan tinggal menyisakan lima persen saja atau 73 dari total 1.476 yang telah diawasi.

(APQ)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top