Bangun 10 Halte, Pemkot Bekasi Gelontorkan Dana Rp 1,6 Miliar

  • Bagikan

Pemerintah Kota Bekasi membangun total 10 halte berkonsep modern di 10 titik dengan total anggaran Rp 1,6 miliar.

Berdasarkan penelusuran gobekasi.id di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) lpse.bekasikota.go.id, harga 10 halte itu berbeda-beda. 

Untuk tujuh halte besar, nilai pagu per satu halte sebesar Rp 180 juta. Sementara untuk tiga halte berukuran kecil memiliki nilai pagu per satu halte Rp 135 juta. 

Apabila dirinci, maka 10 halte itu memakan anggaran mencapai Rp1.665.000.000.

Warga Kota Bekasi yakni Saskia (26) merasa kaget dengan anggaran halte tersebut. Sebagai warga biasa, ia merasa harga tersebut terlalu mahal untuk sebuah halte. 

“Cukup tinggi juga ya (anggarannya). Saya rasa enggak sampai segitu harganya,” kata Saskia saat ditemui gobekasi, Jumat (19/1/2024) malam. 

Meski begitu, dia tetap merasa bahwa pembangunan halte itu cukup layak mengingat ada banyak fasilitas yang tersedia untum warga.

“Tapi ini bagus, cukup aman. Ada kamera CCTV, jadi keamanannya ada gitu. Ada juga lubang charger, jadi sambil menunggu enggak khawatir ponsel mati,” ucap Saskia. 

Berdasarkan pengamatan gobekasi.id di salah satu halte yakni Halte Bus Cut Meutia 008, ada banyak fasilitas yang disediakan untuk warga. 

Beberapa di antaranya adalah kamera pengawas CCTV, bangku penumpang, WiFi, dan lubang charger ponsel. 

Meski terbilang lengkap, namun belum ada denah perjalanan dan papan penunjuk informasi. Halte itu juga tampak kosong dan tidak ada warga yang menggunakannya.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri menyebut, 10 halte yang dibangun itu memang memiliki konsep modern.

“Konsepnya smart halte, konsep yang bisa berfungsi sebagai ruang publik yang informatif dengan terkoneksi jaringan ATCS (area traffic control system), fasilitas USB charger, fasilitas penyanfang disabilitas dan untuk keamanan, dilengkapi jaringan CCTV,” kata Kadishub Kota Bekasi Zero Bachtiar dalam keterangan persnya, Minggu (14/1/2024).

  • Bagikan