BPBD Peringati Warga Bojongmangu Soal Potensi Pergerakan Tanah

  • Bagikan
Rumah Amblas di Bojongmangu
Rumah Amblas di Bojongmangu

Warga di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi diminta waspada soal apotensi adanya pergerakan tanah.

Kekinian, sejumlah rumah warga serta fasilitas umum di di Kampung Legok Cariu RT 12 RW 06 Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi ambles dan retak pada Senin (26/2/2024).

“Kami sedang melakukan assessment terhadap pergerakan tanah ini yang terjadi secara massif kemarin malam dan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta warga sekitar,” kata Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Bekasi. Muhammad Purkon pada Selasa (27/2/2024).

BPBD menghimbau warga agar tetap waspada bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Pergerakan tanah susulan berpotensi terjadi lagi. Jadi sambil menunggu langkah-langkah antisipatif selanjutnya, kami menghimbau warga untuk selalu waspada,” imbuhnya.

Dia mengingatkan pemilik rumah yang terancam untuk mengungsi ke rumah sanak saudaranya. Sebab, kondisi cuaca masih berpotensi hujan intensitas tinggi.

“Sangat kami minta buat mengungsi dahulu, jangan tempati bangunan alami ambles dan rusak itu,” katanya.

Diduga Penyebabkan karena Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan atau Japek 2

Salah seorang pemilik bangunan, Miki Andri menjelaskan pergerakan tanah ini mulai dirasakannya sejak satu bulan lalu. Warga waswas bangunan yang mereka tempati bakal roboh karena terdampak pergerakan tanah.

“Awalnya nggak sampai 10 sentimeter sekarang udah ada yang 1 meter. Itu setiap hujan (amblasnya) bertahap ini udah hampir sebulan. Yang ngontrak mah udah pada kabur, pindah karena khawatir bangunan udah pada doyong (miring) dan tembok retak,” ungkapnya.

Warga menduga pergerakan tanah disebabkan karena tidak adanya tanggul penahan tanah di lokasi pembangunan akses jalan menuju tol Jakarta Cikampek (Japek) II di Kawasan Industri GIIC yang berada tak jauh dari halaman belakang rumah warga.

“Sebelum ada proyek mah bangunan nggak ada yang robah (rusak). Nah semenjak ada proyek karena dibawahnya tidak ada pancang (tanggul penahan tanah) tiap hujan gede ada perobahan, sedikit demi sedikit tanahnya mulai amblas,” kata dia.

  • Bagikan