Bekasi — Tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur menjadi momentum evaluasi besar-besaran bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Perusahaan mulai menertibkan perlintasan sebidang yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan.
Direktur Utama Bobby Rasyidin menegaskan, aspek keselamatan tidak bisa ditawar dalam operasional perkeretaapian.
“Yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, kita akan tutup. Ini sudah kita mulai sesuai perintah Presiden,” ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5/2026).
KAI mencatat sebanyak 1.864 perlintasan telah diidentifikasi di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, 235 lokasi masuk kategori prioritas untuk segera ditindaklanjuti.
“Ada lebih dari 200 perlintasan yang segera kita tutup,” ungkapnya.
Selain penutupan perlintasan, KAI juga berencana membangun tugu peringatan di lokasi kejadian sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
“Kami juga berencana membuat tugu di lokasi ini, mohon dukungan semua pihak,” katanya.
Langkah ini diharapkan menjadi titik balik dalam peningkatan keselamatan transportasi kereta api, sekaligus memastikan tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Keselamatan tidak bisa ditoleransi, tidak bisa dikompromikan,” tegasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












