Bekasi – Banjir kiriman akibat meluapnya Kali Bekasi yang merendam sejumlah wilayah sejak Senin (4/5/2026) malam mulai berangsur surut pada Selasa pagi.
Meski demikian, warga masih harus berjibaku dengan sisa lumpur tebal yang memenuhi rumah dan lingkungan mereka.
Pantauan Gobekasi.id di Gang Mawar, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi warga tampak mulai membersihkan sisa lumpur yang menutup lantai rumah.
Perabotan dijemur di pinggir jalan, sementara bau lumpur masih tercium cukup menyengat.
Fitri (49), warga terdampak, mengatakan air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB. Sejak sore hari, warga sudah mendapat peringatan bahwa debit air akan naik.
“Dari sore sudah ada woro-woro air mau naik. Jam 10 malam air mulai masuk. Kalau di bawah bisa sampai dua meter,” ujar Fitri.
Ia menambahkan, banjir kali ini meninggalkan endapan lumpur setebal 10 hingga 30 sentimeter. Kondisi tersebut membuat warga kelelahan karena harus membersihkan rumah selama berhari-hari.
“Kalau sudah masuk lumpur, bersihinnya bisa sampai besok-besok. Capek banget,” keluhnya.
Menurut Fitri, banjir di wilayahnya bukan lagi kejadian baru. Bahkan, dalam setahun terakhir frekuensinya semakin sering terjadi.
“Ini banjir sudah sering, hampir seminggu sekali. Minggu kemarin hari Rabu, sekarang mundur lagi. Sudah nggak kehitung setahun ini,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul di sepanjang Kali Bekasi agar banjir tidak terus berulang.
“Harapannya tanggul segera dibenerin, biar nggak banjir terus,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya empat wilayah terdampak banjir kiriman dari hulu Kali Bekasi akibat tingginya curah hujan di wilayah Bogor.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Wisnu Subroto, menyebutkan wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan, yakni Jatiasih, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara.
Di Kecamatan Jatiasih, banjir merendam Perumahan Vila Jatirasa RW 11, Kelurahan Jatirasa dengan ketinggian air 15–20 cm. Sementara di Bekasi Timur, genangan terjadi di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu dengan ketinggian mencapai 70–100 cm, serta Kampung Lengkak, Kelurahan Bekasi Jaya hingga 100 cm dengan 55 kepala keluarga terdampak.
Selain itu, banjir juga menggenangi Gang Semar di wilayah yang sama dengan ketinggian 50–80 cm.
Di wilayah Bekasi Utara, banjir cukup parah terjadi di Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung dengan ketinggian air mencapai 80–150 cm dan berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga. Sementara di Kelurahan Margamulya, tinggi muka air tercatat 20–50 cm.
“Kiriman air dari hulu, curah hujan tinggi di hulu,” kata Wisnu.
Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan sembari menunggu kondisi aliran Kali Bekasi benar-benar stabil.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












