Bekasi – Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melayat ke rumah duka salah satu korban tragedi kecelakaan kereta api Bekasi Timur, Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), di Perumahan Griya Asri 2, Tambun Selatan, Rabu (29/4/2026).
Almarhumah diketahui merupakan karyawati media KompasTV.
Dalam kunjungannya, Plt Bupati menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk bertanggung jawab atas penanganan medis seluruh korban, baik yang ber-KTP Bekasi maupun warga pendatang yang berdomisili di wilayahnya.
Asep Surya Atmaja mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menelusuri data para korban secara saksama.
Saat ini, tercatat ada lima orang korban yang diduga kuat merupakan warga Kabupaten Bekasi meskipun secara administrasi kependudukan belum berpindah domisili.
“Kita khawatirkan lima orang ini adalah warga Kabupaten Bekasi yang memang domisili di sini, tapi belum pindah administrasi. Ini masih kita telusuri,” jelasnya.
Pemkab Bekasi menjamin seluruh biaya pengobatan puluhan korban yang kini dirawat di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi. Selain itu, bantuan langsung telah disalurkan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati awal.
Salah satu poin penting yang ditegaskan Plt Bupati adalah mengenai keberlanjutan bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Mengingat banyak korban merupakan usia produktif, pemerintah daerah akan mengkaji skema bantuan jangka panjang bagi keluarga jika korban yang wafat merupakan pencari nafkah utama.
“Kita akan pikirkan ke depan, terutama jika korban adalah pencari nafkah utama. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah agar keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki keberlanjutan hidup,” tambahnya.
Terkait faktor penyebab, Asep Surya Atmaja menyoroti banyaknya perlintasan sebidang ilegal atau tidak resmi di wilayah Kabupaten Bekasi yang hanya dijaga secara swadaya oleh warga menggunakan alat seadanya seperti palang bambu.
Langkah strategis yang akan diambil Pemkab Bekasi meliputi koordinasi dengan PT KAI, mempertimbangkan pembangunan flyover atau sistem pengamanan yang lebih modern dan terintegrasi.
Kemudian juga memasukkan perbaikan infrastruktur perlintasan dalam skala prioritas anggaran daerah secepatnya.
“Ini kondisi darurat dan berbahaya. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Insya Allah akan kita anggarkan secepatnya untuk pengamanan perlintasan ini,” pungkas Asep.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa integrasi jalur transportasi darat dan kereta api harus segera diperbaiki.
Menurutnya, pertumbuhan jalan-jalan baru di lingkungan warga seringkali tidak dibarengi dengan sistem pengamanan resmi dari PT KAI, sehingga menciptakan risiko tinggi bagi masyarakat.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












