Bekasi — Kepolisian Sektor (Polsek) Tambun Selatan tengah melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku pembuangan bayi perempuan yang baru lahir di sebuah lahan kosong dekat kawasan perumahan, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi untuk melacak jejak orang tua maupun pelaku yang tega menelantarkan bayi malang tersebut.
“Kami mulai melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku,” ujar Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, dikutip Kamis (16/7/2026).
Para saksi yang dimintai keterangan sejak penemuan bayi pada Selasa (14/7/2026) lusa kemarin, meliputi Kandar—seorang pemulung yang pertama kali menemukan bayi tersebut—serta sejumlah pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar area tempat kejadian perkara (TKP).
Kendati proses interogasi saksi telah bergulir, polisi mengakui belum mendapatkan petunjuk krusial yang mengarah pada identitas pelaku. Proses penyelidikan di lapangan menghadapi jalan terjal akibat minimnya bukti fisik dan fasilitas pendukung di lokasi penemuan.
Area lahan kosong tersebut dikenal sepi, bukan merupakan jalur perlintasan utama masyarakat, dan sama sekali tidak terjangkau oleh kamera pengawas (CCTV). “Yang jelas kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi tersebut,” tegas Wuryanti.
Peristiwa ini pertama kali terungkap pada Selasa siang sekitar pukul 11.30 WIB. Kandar, yang sedang memilah sampah, dikejutkan oleh sesosok bayi tanpa pakaian yang hanya dibalut selembar kain bekas. Awalnya, ia mengira bayi tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa karena posisinya diam dan tidak bersuara.
Kandar kemudian menggunakan sebatang kayu untuk memastikan kondisi objek tersebut. Begitu disentuh, bayi itu mulai bergerak dan menangis. Kandar langsung panik dan berlari meminta pertolongan warga sekitar yang diteruskan dengan laporan ke Polsek Tambun Selatan.
Petugas yang tiba di lokasi segera mengevakuasi bayi tersebut karena menunjukkan gejala gangguan kesehatan akibat paparan cuaca luar ruang.
Bayi sempat dilarikan ke bidan desa setempat untuk mendapatkan pembersihan dan pertolongan pertama, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi guna menjalani perawatan intensif di ruang khusus.
Berdasarkan hasil asesmen tim medis RSUD Kabupaten Bekasi, bayi perempuan tersebut diperkirakan baru berusia tiga hari saat ditemukan. Bayi lahir normal dengan berat badan mencapai 3,1 kilogram dan panjang 49 sentimeter.
Tim dokter memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh bayi. “Hanya di hidung sempat ada kemerahan yang kemungkinan akibat gigitan semut atau serangga,” kata Wuryanti.
Saat ini, kondisi kesehatan bayi perempuan tersebut dilaporkan telah berangsur pulih dan dalam keadaan sehat.
Mengingat status hukum bayi tersebut sebagai anak telantar, pihak Polsek Tambun Selatan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi untuk proses pengasuhan dan pemenuhan hak-hak anak selanjutnya sembari proses hukum pemburuan pelaku tetap berjalan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.











