Bekasi  

Menteri PU Ancam Copot Pejabat Lamban Imbas Sawah 1.000 Hektare Kering di Bekasi

Bekasi - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo murka mendapati areal persawahan lebih dari 1.000 hektare di wilayah Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (26/09/2026). Foto: Ist
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo murka mendapati areal persawahan lebih dari 1.000 hektare di wilayah Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (26/09/2026). Foto: Ist

Bekasi – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa persoalan kekeringan ekstrem yang melanda ribuan hektare lahan pertanian tidak boleh dianggap sepele.

Menurutnya, lambatnya penanganan irigasi dapat mengancam produktivitas pertanian serta menggagalkan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Dalam arahannya, Menteri Dody mendesak para pejabat balai dan dinas terkait untuk lebih proaktif turun langsung ke lapangan serta intensif berkomunikasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan kelompok tani lokal.

Ancaman Copot Pejabat yang Tidak Responsif

Menyusul temuan sawah kering hingga berbulan-bulan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Menteri Dody menginstruksikan evaluasi total terhadap jajaran pengelola kawasan Citarum.

Ia tidak segan-segan menindak tegas pejabat yang dinilai lamban merespons penderitaan petani.

“Kalau tidak perform, ganti saja! Plt-kan Kepala Balai dan PPK-nya. Kita sedang mengejar swasembada pangan, kalau model kerjanya begini ya tidak akan pernah tercapai,” tandas Dody dengan tegas.

Terjunkan Tim Tanggap Darurat dan Pompanisasi Cepat

Sebagai tindak lanjut cepat atas sidak tersebut, Kementerian PU langsung bergerak menerjunkan tim tanggap darurat lengkap dengan armada mesin pompa air ke lokasi persawahan Desa Karangharja.

Langkah darurat ini ditargetkan mampu memulihkan pasokan air dari sungai terdekat ke jaringan irigasi dalam hitungan hari.

Upaya tersebut diharapkan dapat segera mengairi kembali lahan pertanian warga sekaligus mencegah potensi kerugian yang lebih besar bagi para petani di Kabupaten Bekasi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *