Bogor – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyoroti penangan banjir dan pencemaran Kali Bekasi dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah III di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).
Kegiatan Mayors Talk: Climate and Urban Resilience Tahun 2026 ini mempertemukan para kepala daerah dari 25 kota di bawah naungan Komwil III APEKSI—yang tercatat sebagai komwil terbesar—guna merumuskan solusi konkret menghadapi krisis iklim global serta tantangan pengelolaan lingkungan perkotaan.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, serta menghadirkan narasumber penting seperti Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, akademisi perguruan tinggi, hingga praktisi pengelolaan sampah modern seperti Rekosistem.
Harris Bobihoe menyambut baik kegiatan ini dan memaparkan sejumlah langkah konkret yang tengah digalakkan oleh Pemkot Bekasi dalam sektor lingkungan hidup.
Ia berharap penanganan banjir regional dapat dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi antar-wilayah agar menjadi solusi bersama yang efektif.
Mengingat Kota Bekasi masih sangat bergantung pada Kali Bekasi sebagai sumber air baku, Harris menekankan pentingnya solusi nyata, penanganan serius, serta kepastian hukum yang jelas atas pencemaran yang terjadi belakangan ini.
Sejauh ini, kata Harris Pemkot Bekasi terus menggalakkan Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berbasis lokal yang melibatkan masyarakat langsung dari tingkat akar rumput guna memperkuat ketahanan lingkungan.
Ia juga menyampaikan bahwa Kota Bekasi menjadi salah satu daerah yang terlibat dalam pengembangan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (Power to Electricity).
Pemkot Bekasi juga terus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, sekaligus mendorong dukungan penganggaran dari pemerintah pusat untuk pengelolaan sampah hingga tingkat kecamatan.
Ketua Komwil III APEKSI sekaligus Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menegaskan bahwa koordinasi lintas kepala daerah sangat krusial dalam menyikapi isu-isu strategis, di mana fondasi utama pembentukan ‘Kota Tangguh’ berakar dari integritas serta kepemimpinan kepala daerah.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menambahkan bahwa pemilihan Kota Bogor didasari oleh tingginya antusiasme serta inovasi nyata yang telah diterapkan Pemkot Bogor, khususnya dalam aspek pengelolaan lingkungan dan sampah.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













