Kota Bekasi — Ruas Jalan Jenderal Sudirman kembali lumpuh. Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi, Senin (23/2/2026), membuat kawasan di sekitar SPBU Vivo terendam banjir setinggi 20–30 sentimeter.
Genangan yang tak kunjung surut menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga kurang lebih dua kilometer, dari depan SPBU Vivo sampai kawasan Taman Kota Bekasi. Sejumlah sepeda motor mogok setelah nekat menerobos air.
Bukan kali pertama. Titik ini sudah lama dikenal sebagai “langganan banjir” setiap hujan deras turun dengan intensitas tinggi.
Masalah di Crossing dan Hilir
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Susanto, mengungkapkan lokasi genangan berada di jalan nasional. Artinya, kewenangan utama ada di pemerintah pusat.
Menurutnya, persoalan utama terletak pada sistem saluran air, khususnya bagian crossing (gorong-gorong melintang) yang kerap mengalami hambatan.
“Crossing-nya sering mampet. Jadi setiap ada genangan kami turunkan tim pematusan untuk membantu aliran air ke hilir,” ujarnya.
Namun persoalan tak berhenti di situ. Di bagian hilir, aliran air juga terkendala saluran yang melintasi area permukiman warga.
Artinya, ada dua simpul masalah: kapasitas crossing yang tidak memadai dan hambatan saluran di area hilir.
Pemkot Bekasi mengaku sudah mengidentifikasi persoalan tersebut. Hanya saja, solusi permanen masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat.
Jalan Nasional, Respons Daerah
Karena berstatus jalan nasional, perbaikan struktur crossing membutuhkan intervensi Balai Besar Jalan Nasional.
Pemkot Bekasi telah menyampaikan usulan pembesaran crossing dan penanganan hilir. Bahkan, pertemuan dengan pihak balai nasional dijadwalkan untuk kembali membahas persoalan ini.
Sementara itu, penanganan jangka pendek masih mengandalkan pompa mobile.
Setiap hujan turun dan air mulai menggenang, tim BMSDA dikerahkan untuk mempercepat aliran air agar surut lebih cepat.
Namun solusi ini jelas bersifat reaktif, bukan preventif.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Genangan 20–30 sentimeter mungkin terlihat “tidak terlalu tinggi”. Tapi di ruas utama seperti Jalan Sudirman, dampaknya signifikan seperti motor mogok dan rusak hingga waktu tempuh melonjak drastis.
Kemudian soal kemacetan panjang karena kendaraan menghindari sisi jalan yang lebih rendah hingga potensi kecelakaan meningkat.
Pengendara terpaksa melintas di sisi kanan jalan yang lebih tinggi. Akibatnya, arus lalu lintas menyempit dan padat.
Firman Nasruli (32), salah satu pengendara, mengaku kondisi ini bukan hal baru.
“Sudah sering banjir di sini. Sekitar sebulan lalu juga sama. Belum ada solusi,” keluhnya.
Keterlambatan kerja, kerusakan kendaraan, hingga kerugian bahan bakar menjadi konsekuensi rutin yang harus ditanggung masyarakat.
Titik Rawan yang Perlu Ditata Ulang
Jika ditelisik lebih dalam, kawasan ini memang berada pada cekungan relatif rendah dibandingkan ruas sekitarnya. Ditambah pertumbuhan kawasan komersial dan permukiman yang pesat, beban limpasan air meningkat signifikan saat hujan deras.
Tanpa peningkatan kapasitas saluran dan pembenahan di hilir, genangan hampir pasti akan terus berulang.
Persoalannya kini bukan lagi apakah banjir akan terjadi, tetapi kapan dan seberapa parah.
Menunggu Anggaran, Warga Menunggu Kepastian
Rencana pembesaran crossing disebut sudah diusulkan. Namun belum ada kepastian waktu realisasi.
Sementara itu, masyarakat terus berhadapan dengan siklus tahunan yang sama: hujan turun, air menggenang, lalu lintas lumpuh.
Jika penanganan permanen tak segera direalisasikan, Jalan Sudirman — salah satu urat nadi mobilitas Kota Bekasi — akan terus menjadi titik lemah infrastruktur drainase perkotaan.
Warga berharap pemerintah pusat dan daerah tidak lagi saling menunggu, melainkan duduk bersama mempercepat eksekusi.
Sebab bagi pengguna jalan, solusi bukan soal kewenangan. Yang dibutuhkan adalah kepastian: banjir berhenti, mobilitas kembali normal.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













