Kota Bekasi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi merilis data terbaru mengenai dampak kerusakan pasca-kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Mustikajaya.
Insiden yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam tersebut tercatat menghanguskan puluhan bangunan dan kendaraan operasional di area seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, mengungkapkan bahwa sedikitnya 19 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
“Rinciannya, 15 rumah berada di RT 02 RW 003 dan 4 rumah di RT 01 RW 003,” ujar Idham dalam keterangan resminya, Jumat (3/3/2026).
Fasilitas Umum dan Kendaraan Operasional Ikut Terpanggang
Selain pemukiman penduduk, api yang merembet cepat juga melalap sejumlah tempat usaha warga di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan pendataan BPBD, fasilitas yang terdampak meliputi 2 Unit Kios, 1 Lapak Rongsok, 1 Lapak Nasi Goreng, 1 Warung Kopi (Warkop).
Tak hanya bangunan, kerugian materiil juga mencakup aset kendaraan. BPBD mencatat 6 unit mobil truk milik operasional SPBE serta 7 unit sepeda motor mengalami kerusakan akibat sambaran api dan ledakan gas.
Update Korban: 17 Jiwa Dirawat di 7 Rumah Sakit
Terkait kondisi kemanusiaan, Idham memastikan tidak ada korban jiwa dalam tragedi ini. Namun, sebanyak 17 orang saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di berbagai fasilitas kesehatan.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Akan Panggil Disnaker Buntut Kebakaran SPBE Cimuning
“Korban dalam perawatan berjumlah 17 jiwa. Satu bayi dilaporkan selamat tanpa mengalami luka,” tambahnya.
Para korban saat ini tersebar di beberapa rumah sakit, antara lain RS Citra Arafiq, RSUD Kabupaten Bekasi, RS Satria Medika, RS Uni Medika, RSUD Kota Bekasi, RS Permata dan RS Kartika Husada Setu.
Situasi Kondusif, Penyelidikan Berlanjut
Meskipun proses pemadaman melibatkan 15 unit mobil Damkar gabungan (Kota dan Kabupaten Bekasi) serta ratusan personel, Idham menyatakan bahwa situasi di lokasi saat ini sudah kondusif.
Berdasarkan identifikasi awal, api diduga kuat berasal dari gudang penyimpanan gas Elpiji. Namun, untuk penyebab pasti yang memicu titik api pertama, BPBD menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan mendalam.
Hingga kini, petugas gabungan dari BPBD, Damkar, dan instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang tepat.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya












