Bekasi  

Buntut Pengakuan “Dana Istana” Mahasiswa UBK, PB IKA BEM Nusantara Pasang Badan Tolak Perundungan Digital

Bekasi - Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEM Nusantara) resmi angkat bicara menyikapi eskalasi polemik panas yang menyeret mahasiswa BEM Universitas Bung Karno (UBK). Foto: Ist
Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEM Nusantara) resmi angkat bicara menyikapi eskalasi polemik panas yang menyeret mahasiswa BEM Universitas Bung Karno (UBK). Foto: Ist

Jakarta — Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEM Nusantara) resmi angkat bicara menyikapi eskalasi polemik panas yang menyeret mahasiswa BEM Universitas Bung Karno (UBK). Pernyataan sikap ini dikeluarkan menyusul adanya pengakuan terbuka dari oknum fungsionaris BEM UBK terkait penerimaan sejumlah uang pasca-melangsungkan pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden RI.

Pengakuan tersebut seketika memantik badai polemik di ruang siber. Narasi publik liar menggelinding menjadi bola salju yang diwarnai spekulasi politik, tudingan penggebosan gerakan, hingga aksi perundungan (bullying) dan pembunuhan karakter (assassination of character) yang menyerang personal mahasiswa yang bersangkutan secara masif.

Melihat iklim demokrasi yang mulai tidak sehat, Ketua Umum PB IKA BEM Nusantara menegaskan bahwa kejujuran dan sikap blak-blakan para juniornya di UBK sepatutnya diapresiasi sebagai tanggung jawab moral, bukan justru dijadikan bahan bakar untuk melakukan eksekusi sosial atau doxing di media sosial.

“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang masih berada dalam proses pembelajaran dan pendewasaan. Ketika terjadi kekeliruan, yang harus dikedepankan adalah pembinaan, edukasi, dan evaluasi, bukan penghakiman massal yang berpotensi merusak masa depan mereka,” tulis keterangan resmi PB IKA BEM Nusantara, Kamis (25/6/2026).

IKA BEM Nusantara meminta pengamat dan masyarakat untuk tidak buru-buru menyematkan stempel “suap”, “sogokan”, atau pembungkaman politik secara sepihak sebelum adanya proses tabayun (klarifikasi) yang objektif.

Dalam dinamika gerakan atau audiensi formal kemahasiswaan dengan pejabat tinggi negara, jamak ditemukan adanya dukungan operasional yang sifatnya legal, seperti uang transportasi, fasilitas konsumsi, bantuan logistik kegiatan, hingga bentuk atensi protokoler lainnya.

Oleh karena itu, penyederhanaan narasi bahwa daya kritis mahasiswa bisa dengan mudah “dibeli” menggunakan segepok uang dinilai sangat mencederai sejarah panjang pergerakan intelektual mahasiswa Indonesia yang lahir dari rahim idealisme murni.

“Kritik mahasiswa terhadap pemerintah maupun dukungan mereka terhadap kebijakan tertentu harus dinilai dari substansi gagasannya, bukan semata-mata berdasarkan asumsi atau prasangka yang belum tentu terbukti,” tegasnya.

7 Poin Maklumat Pernyataan Sikap IKA BEM Nusantara

Guna meredam tensi ketegangan di tingkat akar rumput dan lingkungan kampus, Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara secara resmi menelurkan 7 poin maklumat pernyataan sikap sebagai berikut:

Apresiasi Kejujuran: Mengapresiasi sikap terbuka dan kejujuran mahasiswa UBK yang berani membeberkan informasi aliran dana tersebut kepada publik.

Stop Kekerasan Digital: Menolak keras segala bentuk perundungan, intimidasi, doxing (penyebaran data pribadi), hingga ujaran kebencian terhadap mahasiswa terkait.

Kandangkan Prasangka: Mendorong semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses klarifikasi berbasis fakta empiris.

Edukasi Spekulasi: Mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa penerimaan dana tersebut otomatis merupakan bentuk gratifikasi atau pembungkaman gerakan.

Kawal Hak Akademik: Menegaskan bahwa kekeliruan langkah yang mungkin diambil mahasiswa tidak boleh dijadikan pembenaran untuk mencabut hak-hak akademik mereka di kampus.

Jaga Etika Demokrasi: Mengajak seluruh elemen bangsa menjaga iklim demokrasi yang beradab dan menghormati kebebasan berekspresi di lingkungan universitas.

Refleksi Internal: Mendorong gerakan mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia untuk melipatgandakan independensi, integritas moral, transparansi finansial, dan akuntabilitas organisasi.

PB IKA BEM Nusantara meyakini bahwa kedewasaan sebuah bangsa diuji dari bagaimana cara mereka membina dan mengarahkan generasi mudanya saat melakukan kekeliruan, bukan dengan cara menghukumnya secara destruktif di pengadilan jalanan ruang digital.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Penulis: Syafira Y.MEditor: M.Y Ardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *