Bekasi  

DLH Sebut Air Kali Bekasi Tercemar Berat

Kota Bekasi - Kondisi Kali Bekasi Tercemar berat hingga mengitam, berbau dan berbusa. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Kondisi Kali Bekasi Tercemar berat hingga mengitam, berbau dan berbusa. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi — Kondisi air Kali Bekasi kembali memprihatinkan. Pada Rabu (5/8/2026) pagi, aliran air sungai tampak menghitam, dipenuhi busa putih, serta mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memastikan bahwa air di Kali Bekasi telah masuk dalam kategori tercemar berat berdasarkan hasil pantauan lapangan dan uji laboratorium.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa indikasi penurunan kualitas air terdeteksi mulai dari titik pemantauan di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Kondisi air di samping Cluster Richmond, Kota Wisata, Ciangsana, berwarna hitam dan berbau menyengat. Hal ini memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujar Kiswatiningsih dalam keterangan resminya.

Hasil uji laboratorium UPTD DLH Kota Bekasi menunjukkan sejumlah parameter telah melampaui ‘baku mutu lingkungan, antara lain Total Suspended Solids dan Biochemical Oxygen Demand, Dissolved Oxyge, Nikel, Seng, dan Tembaga Terlarut hingga Fecal Coliform.

Aliran air yang tercemar kini telah mengalir deras dan memasuki wilayah administratif Kota Bekasi.

Dampak pencemaran ini teridentifikasi mulai dari Pangkalan 6 (Ciketing Udik, Bantargebang) hingga melintasi kawasan Delta Pekayon (Pekayon Jaya, Bekasi Selatan).

“Dampak pencemaran ini bersifat lintas wilayah, sehingga memerlukan penanganan terpadu dan kolaboratif antar instansi,” tegas Kiswatiningsih.

Karena titik awal dugaan pencemaran berada di Kabupaten Bogor, DLH Kota Bekasi bergerak cepat menyurati berbagai pihak terkait, meliputi Kementerian Lingkungan Hidup / BPLH RI, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Bara dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

DLH Kota Bekasi berharap Pemkab Bogor segera mengambil tindakan tegas sesuai kewenangannya demi mencegah dampak pencemaran yang semakin meluas bagi masyarakat di kawasan hilir.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *