# Go-News

TPST Bantar Gebang Direncanakan Diubah jadi Lahan Hijau Seperti di Korea

Lahan 2,5 Hektare Bakal Dibangun Penampungan Air Sampah Bantargebang
Kawasan TPST Bantargebang

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, direncanakan diubah menjadi lahan hijau atau taman seperti Korea Selatan. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dikabarkan telah berniat mengubah sistem pengolahan sampahnya yang ada di Kota Bekasi.

Dalam rencana program itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bermitra langsung dengan Korea Environment Corporation (K-eco) Pax Global Group. Teknologi canggih yang ada di Korea Selatan itu nantinya akan diterapkan di Indonesia.

Direktur K-eco Pax Global Group, Efendi mengatakan, bukan hal yang mustahil mengubah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau TPST yang ada di Bantar Gebang menjadi lahan terbuka hijau seperti di Korea Selatan. Hanya saja, untuk menggapai impian itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Waktunya itu 20 tahun bisa seperti di Korea. Sama, dulu Korea itu membutuhkan waktu lama dan sekarangs udah bisa dirasakan. Dan akan ada di Indonesia alih teknologi ini, nanti pemerintah yang mengatur,” kata Efendi, Selasa (23/6/2020) saat dijumpai dalam peresmian dan pemberian CSR Laboratorium Komputer untuk Sekolah Alam Tunas Mulia, Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Efendi mengatakan, selama ini masih banyak orang yang menyepelekan persoalan sampah. Padahal, sampah adalah ancaman bagi bumi apabila limbahnya tidak dapat dikelola dengan baik.

Beruntungnya, kekinian sudah ditemukan beberapa teknologi canggih yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar. Teknologi itulah nanti yang akan dapat digunakan Indonesia dalam soal pengelolaan sampah, terutama di Bantar Gebang.

“Di Bantar Gebang nanti bisa tidak ada lagi gunung sampah, berapapun ton sampah nanti bisa ditampung, tidak ada lagi overload. Teknologi yang akan kami keluarkan ini sudah skala besar,” ujarnya.

Disinggung soal telah adanya teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantar Gebang, Efendi menyebut bahwa teknologi tersebut masih belum dapat mengadopsi sampah yang terus menerus menumpuk dari masyarakat Kota Bekasi dan DKI Jakarta.

“Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sudah survei ke Korea, mereka sudah melihat lahan sampah di sana¬†menjadi lahan hijau ramah lingkungan. Bahkan, ada pula lahan tumpukan sampah (di Korea) yang menjadi lapangan golf internasional,” imbuhnya.

(YUN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top