Harga Kebutuhan Pokok Meroket Usai Pemilu 2019

  • Bagikan

Harga kebutuhan pokok di pasar Kota Bekasi terus meroket. Bahkan harganya terus melonjak tinggi, usai Pemilu, Rabu (17/4/2019) belum lama ini.

Kenaikan bervariasi pada beberapa jenis kebutuhan, mulai cabai rawit merah, cabai rawit hijau, kol, hingga bawang.

Misnatun (50) pedagang sayur di Pasar Kranji, Bekasi Barat,Kota Bekasi mengungkapkan kenaikan harga terjadi satu hari selesai Pemilu 2019, tepatnya pada Kamis (18/4/2019). Bahkan harganya semakin merangkak naik.

“Sebelum Pemilu belum ada kenaikan, ini selesai nyoblos besoknya langsung pada naik,” katanya, Selasa (23/4/2019).

Seperti harga cabai rawit merah yang sebelumnya dijual oleh pedagang Rp 20.000 per kilogram kini naik mencapai Rp 50.000.

Kemudian Cabai rawit kriting yang biasa dijual Rp15.000 per kilogram saat ini harganya mencapai Rp 35.000.

“Kol juga naik yang biasanya dijual Rp 5.000 per kilo, saat ini dijual Rp 9.000. Kenaikan rata-rata dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, kenaikan harga juga terjadi pada Labu Siam, dari harga Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 90.000.

Sementara harga telur mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp 20.000 per kilonya dibandrol Rp 25.000.

Untuk daging ayam dan sapi tidak ada kenaikan harga.

“Bingung jadinya dari pasar induknya naik. Ya terpaksa kita naikin harga jualnya. Jadi yang belinya sedikit, kita penjual juga jadi stok barang sedikit,” jelasnya.

Silitonga, pedagang sayur asal Madura juga mengatakan kenaikan harga terus terjadi usai Pemilu 2019.

Kenaikan harga terjadi pada jenis, seperti bawang putih yang biasanya dijual Rp 30.000 per kilogram naik menjadi Rp 60.000.

Sementara kentang yang awalnya Rp 7.000 naik menjadi Rp 15.000.

“Naik turun si harganya, tapi sebelum Pemilu paling kalau pas naik harganya sedikit. Lah ini setelah Pemilu langsung pada naik 2 kali lipat. Sampai sekarang belum turun-turun juga, malah cenderung terus naik,” ungkapnya.

Agar tetap mendapatkan keuntungan yang sama, ia mengaku terpaksa menjual dengan harga yang tinggi, pasalnya jika tidak akan mengalami kerugian.

“Kalau harganya tetap untung dikit bangat malah bisa rugi. Mudah-mudah ini bisa segera ditangani ya agar harga kembali stabil,” pungkasnya.

(YES)

  • Bagikan