Pak Bolot Tewas Mengenaskan di Kayuringin, Ada Luka Gorok di Leher dan Perut Disayat

  • Bagikan
Bunuh Orang Tua Pakai Linggis, Polisi Periksa Kejiwaan Suherman
Bunuh Orang Tua Pakai Linggis, Polisi Periksa Kejiwaan Suherman

Pria paruh baya bernama Lugito (68) ditemukan tewas mengenaskan di kamar mandi warung kelontongnya, Gang Kong Pekung  RT 02/16, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Pada bagian lehernya ditemukan luka gorok dan perutnya disayat hingga ususnya meluber.

Pria yang akrab disapa dengan sebutan Pak Bolot itu ditemukan oleh kanak-kanak lingkungan sekitar pukul 13.30 WIB. Kala itu, dua orang bocah berkisar usia 10 tahun hendak membeli jajanan.

“Iya ada bocah (kanak-kanak) mau beli jajanan, enggak di sautin, nah bocah masuk kedalem dan melihat Pak Bolot dikamar mandi tergeletak,” kata tetangga korban, Ibu Minas atau hangat dikenal Mpok Mini kepada gobekasi.id.

Pada saat kejadian, Mpok Mini mengaku tidak mengetahui. Ia baru tahu ketika dua orang bocah itu menghampirinya berlari dan membisik.

“Iya anak-anak itu lari ke saya, ‘Mpok Mini Pak Bolot pingsan’. Terus kata saya, ‘bilang Bu RT sana biar dibawa ke rumah sakit’. Itu saya habis salat Ashar, dan ternyata pas pada kesanah Pak Bolot meninggal, ada pisau dan darah sudah bercucuran di kamar mandi,” jelas Mpok Mini dengan logat betawinya.

Selama ini, Pak Bolot dikenal ramah kepada warga meski bukan warga setempat. Pak Bolot membangun tiga kontrakan dan satu bangunan untuk dijadikan warung kelontong sejak tahun 2006, di sana.

Namun, ia tidak menempati warung kelontongnya untuk tidur. Selama ini, Pak Bolot hanya beraktifitas menjual warung mulai pukul 07.00-19.00 WIB.

“Jadi pulang ke Kampung Pulo Kecil (Kayuringin Jaya). Enggak buat tidur, buat jualan sambil mantau kontrakan saja, orangnya baik, kalau ada kegiatan warga ikut turun juga. Tadi pagi itu saya masih lihat, dia (korban) lagi nyapu di depan warung,” imbuhnya.

“Dikenal disini itu Pak Bolot anak-anak manggilnya. Karena pendengarannya memang terganggu, pernah ada anak-anak mau beli solasi malah dikasih susu ultra,” kenang dia.

(YUN)

  • Bagikan