Pemkot Bekasi Masih Kekurangan Guru SD dan SMP

  • Bagikan
Ilustrasi guru
Ilustrasi guru

Pemerintah Kota Bekasi mengakui kekurangan tenaga pengajar atau guru untuk mengajar di tingkat SD dan SMP di wilayah Kota Bekasi.

Diketahui, kekurangan ini terjadi lantaran banyaknya tenaga pendidik yang memutuskan pensiun setiap tahunnya.

“Setiap tahunnya banyak yang pensiun guru itu rata-rata minimal kita setiap tahun itu di atas 300 orang, belum karena yang meninggal,” kata Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik kota Bekasi Yanti Mariawati kepada wartawan, Jumat (29/7/2022).

Dijelaskan Yanti, pada tingkat SD guru yang dibutuhkan ada sekitar 6.171 pengajar namun hingga saat jumlah guru hanya berada 3.237 alhasil pada tingkat SD masih membutuhkan 2.934 guru. Sementara untuk tikat SMP masih kekurangan 698 guru dengan rincian dibutuhkan 2.561 pengajar dan guru yang ada baru sekitar 1.863 guru.

Dari data paparannya, kekurangan guru terbanyak pada tingkat SMP berada pada mata pelajaran Bimbingan dan Konseling (BK) dengan jumlah kekurangan 133. Kemudian diikuti dengan guru Bahasa Indonesia dan mata pelajaran Seni Budaya dengan kekurangan masing-masing 106 dan 83 guru.

“Jadi totalnya kekurangan di tingkat SMP itu 698 guru di mata pelajaran yang berbeda-beda,” ucap dia.

“Saya belum bisa menjawabnya di SD mana yang memang kekurangannya,” jelas dia.

Disdik Kota Bekasi mengimbau para guru untuk mengambil sebanyak 30 jam pelajaran setiap minggunya. Meskipun pada peraturan Kemendikbud dibatasi 24 jam setiap minggunya namun hal ini diambil agar kegiatan mengajar tidak terganggu.

“Memang sih sementara kita itu mengimbau ke sekolah itu minimal 30 jam pelajaran, memang kalau sampai 30 sampai 40 kayanya udah kasihan gurunya,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan