APBD Kabupaten Bekasi 2024 Disahkan Rp 7.3 Triliun, Naik Rp 251 Miliyar

  • Bagikan
Ilustrasi apbd
Ilustrasi apbd

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi, tahun 2024 naik menjadi Rp7.370. 064.007.622.

Bila dibandingkan APBD tahun 2023 sebelum dan sesudah perubahan dengan jumlah Rp7.118.443.982.622, maka APBD 2024 tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp251.620.025.000.

“Iya alhamdulillah, berkat komitmen dan semangat kemitraan yang terawat dengan baik, kita bersama DPRD Kabupaten Bekasi, kemarin telah menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi untuk tahun anggaran 2024,” kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan dalam keterangan pada Rabu (29/11/2023).

Dani Ramdan menjelaskan, penetapan itu setelah dilakukan penandatanganan Berita Acara keputusan bersama penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2024.

BACA JUGA : Jelang Akhir Tahun 2023, Realisasi Penggunaan APBD Kabupaten Bekasi Baru Capai 85 Persen

Penandatanganan dilaksanakan dalam rapat paripurna di ruang sidang DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa (28/11/2023).

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024, terdiri dari estimasi Pendapatan Daerah sebesar Rp6.684.389.170.286 dan Belanja Daerah sebesar Rp. Rp7.370. 064.007.622, Defisit Rp685.674.837.336.

Untuk menutupi defisit tersebut maka ditambahkan dari pembiayaan netto yang bersumber dari Sisa lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya sebesar Rp685.674.837.336,-.

Dani menyebut, rancangan APBD tahun anggaran 2024 yang telah disepakati, sesuai dengan aturan yang berlaku, selanjutnya akan disampaikan kepada gubernur provinsi Jawa Barat untuk evaluasi selama lebih kurang 15 (lima belas) hari kerja.

“Sambil menunggu hasil evaluasi Gubernur tersebut, diharapkan kepada semua Perangkat Daerah untuk mempersiapkan semua dokumen pendukungnya agar program pembangunan di tahun 2024 dapat segera terlaksana di awal tahun,” ucapnya.

BACA JUGA : APBD Kota Bekasi 2023 Difokuskan untuk Infrastruktur, Pendidikan dan Ancaman Resesi

Dia juga mengatakan, tahun 2024 nanti masalah stunting, kemiskinan ektrem dan infalsi masih tetap menjadi prioritas, termasuk infrastruktur hingga dukungan Pemilu dan Pilkada serentak.

“Seluruh kebijakan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik yang membawa kemajuan bagi Kabupaten Bekasi akan dilanjutkan. Kita terus berupaya melakukan perbaikan pada hal-hal yang masih kurang dan harus ditingkatkan kedepan,” kata dia.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah mengatakan, penetapan APBD 2024 setelah sebelumnya dilakukan rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi.

“Kami berharap besaran APBD 2024 dapat membuat program kerja khususnya rencana pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik,” katanya. 

  • Bagikan