Bekasi – Manajemen PT Indogas Andalan Kita akhirnya mulai mengevakuasi tangki penyimpanan gas di lokasi Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026) siang. Langkah ini diambil menyusul desakan kuat dari warga sekitar yang dihantui trauma mendalam pasca-insiden ledakan hebat beberapa waktu lalu.
Tragedi kebakaran dan ledakan di fasilitas pengisian gas tersebut sebelumnya telah meluluhlantakkan area sekitar serta merenggut enam korban jiwa. Sejak peristiwa berdarah itu, keberadaan tangki raksasa di tengah permukiman menjadi sumber ketakutan konstan bagi masyarakat.
Seorang warga setempat, Raditya, membeberkan bahwa proses pengosongan dan pemindahan material berbahaya tersebut dilakukan secara bertahap di bawah pengawasan ketat untuk mengantisipasi potensi bahaya sekunder.
“Sekitar jam 11.30 WIB, satu tangki dengan kapasitas 14 ton sudah berhasil disedot (dikosongkan). Informasinya nanti ada satu tangki lagi yang menyusul, dan sisa gas yang tertinggal akan dimusnahkan dengan cara dibakar aman (flaring),” ujar Raditya kepada Gobekasi.id.
Relokasi tangki berkapasitas belasan ton ini merupakan poin tuntutan krusial dari warga Cimuning. Masyarakat menilai keberadaan industri high-risk seperti SPBE yang berbatasan langsung dengan wilayah padat penduduk sudah tidak layak lagi dipertahankan dari segi tata ruang dan keselamatan lingkungan (safety zone).
Hingga berita ini diturunkan, proses pemindahan sisa gas dari tangki kedua masih terus berjalan. Warga berharap pemerintah daerah dan otoritas terkait melakukan sterilisasi total serta mengevaluasi izin operasional perusahaan, guna memastikan kawasan bekas ledakan tersebut benar-benar aman dari ancaman zat mudah terbakar.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












