Bekasi  

Bukan Ibadah Subuh, Delapan Remaja di Cikarang Malah Mau Tawuran

Tim Patroli Rayonisasi Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya sukses menggagalkan rencana tawuran massal tersebut pada Minggu (14/6/2026) subuh.

Bekasi - Petugas mengamankan delapan remaja berikut senjata tajam saat hendak tawuran di Cikarang pada Minggu (14/6/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Petugas mengamankan delapan remaja berikut senjata tajam saat hendak tawuran di Cikarang pada Minggu (14/6/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Genderang perang jalanan yang nyaris ditabuh sekelompok remaja di wilayah Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, berhasil diredam.

Tim Patroli Rayonisasi Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya sukses menggagalkan rencana tawuran massal tersebut pada Minggu (14/6/2026) subuh.

Operasi preventif yang berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB ini dipimpin oleh Aipda Slamet bersama 12 personel berkekuatan penuh.

Langkah ini sejatinya merupakan bagian dari komando rutin untuk menyapu bersih aksi tawuran remaja, balap liar, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di titik-titik rawan Kabupaten Bekasi.

Saat menyisir ke dalam area Desa Waluya, mata elang petugas mendapati pemandangan tak biasa. Sekelompok remaja tampak berkerumun hingga meluber dan memakan badan jalan.

Menyadari deru mesin dan kedatangan armada Korps Baret Biru, kelompok pemuda ini sontak kocar-kacir membubarkan diri ke segala arah demi meloloskan diri dari sergapan.

Namun, taktik pengepungan cepat yang dilancarkan Tim Patroli Brimob berhasil mematahkan langkah mereka. Hasilnya, delapan orang remaja yang diduga kuat sebagai aktor rencana tawuran berhasil dikunci petugas di lokasi.

Saat area sekitar dikuliti melalui penyisiran intensif, polisi menemukan sekeranjang persenjataan mengerikan: delapan bilah senjata tajam berbagai jenis yang sengaja disiapkan untuk melukai lawan, serta tujuh unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana mobilitas mereka.

Usai mengamankan situasi di lapangan, personel Brimob langsung membangun komunikasi dengan jajaran kewilayahan guna memproses hukum para pelaku.

Delapan remaja tanggung beserta seluruh barang bukti sajam dan kendaraan tersebut langsung digelandang ke Markas Kepolisian Sektor Cikarang Utara.

Penyerahan para pelaku diterima langsung oleh Kapolsek Cikarang Utara, AKP Noach Hendrik Daud Dwaa, untuk dilakukan pemeriksaan mendalam terkait motif dan target kelompok lawan mereka.

Keberhasilan memotong rantai kekerasan jalanan sebelum korban berjatuhan ini menjadi bukti otentik komitmen Satbrimob Polda Metro Jaya.

Polisi menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi kelompok-kelompok yang berpotensi merusak kondusivitas dan meresahkan ketenteraman warga di wilayah hukum Bekasi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *