Bekasi  

Brimob Gagalkan Rencana Tawuran di Tambun Utara, Amankan Senjata Tajam “Cocor Bebek”

Bekasi - Tiga pemuda yang ditangkap Brimob Polda Metro Jaya saat hendak melakukan aksi tawuran di Tambun Utara, Sabtu (20/6/2026) dini hari. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Tiga pemuda yang ditangkap Brimob Polda Metro Jaya saat hendak melakukan aksi tawuran di Tambun Utara, Sabtu (20/6/2026) dini hari. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Tiga remaja yang diduga kuat hendak menggelar aksi tawuran jalanan di wilayah Tambun Utara, Kabupaten Bekasi diringkus Satuan Brimob Polda Metro Jaya pada Sabtu (20/6/2026) dini hari.

Tiga orang remaja tanggungan itu edapatan membawa persenjataan lengkap untuk berduel.

“Tiga remaja diamankan berikut sejumlah barang bukti setelah petugas menemukan aktivitas mencurigakan,” ungkap Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto.

Penangkapan bermula ketika satu regu pasukan baret biru tersebut tengah melaksanakan patroli rutin skala besar menyisir sejumlah titik dan rute rawan kriminalitas.

Saat melintasi kawasan Tambun Utara pada jam rawan, mata petugas menangkap pergerakan mencurigakan dari sekelompok remaja yang tengah berkerumun.

“Saat patroli berlangsung, petugas mendapati tiga remaja yang diduga hendak melakukan tawuran, sehingga langsung dilakukan pemeriksaan dan pengamanan untuk mencegah terjadinya bentrokan,” terang Henik.

Langkah represif-preventif yang diambil Brimob terbukti tepat. Saat digeledah di lokasi, petugas menemukan sejumlah senjata tajam modifikasi yang mengerikan, salah satunya berjenis cocor bebek (corbek) berukuran besar serta beberapa bilah bambu yang sudah diruncingkan.

Selain senjata maut tersebut, armada tempur berupa sepeda motor yang digunakan pelaku serta telepon genggam milik mereka ikut disita.

Ponsel tersebut diduga kuat berisi ruang obrolan koordinasi tantangan dan penentuan titik temu tawuran dengan kelompok lawan.

“Ketiga remaja tersebut kemudian diserahkan kepada jajaran Polsek Tambun Utara untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang yang turut diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh pihak kepolisian,” beber Henik.

Pasca-penangkapan, armada Brimob terpantau tidak langsung ditarik mundur. Petugas melanjutkan penyisiran wilayah hingga menjelang fajar guna memastikan tidak ada klaster tawuran susulan atau aksi balap liar yang pecah di jalanan Tambun.

Kombes Henik Maryanto menegaskan bahwa kehadiran fisik polisi di lapangan pada jam-jam krusial merupakan harga mati untuk menciutkan nyali para pelaku kejahatan jalanan.

Ia pun menitipkan pesan menohok bagi para orang tua di Bekasi agar lebih ketat menjaga jam malam anak-anak mereka.

“Pencegahan menjadi prioritas utama. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu menutup ruang terjadinya tawuran, balap liar, maupun tindak kriminal lainnya. Apabila menemukan potensi gangguan keamanan, warga dapat segera menghubungi layanan darurat Polri 110 yang aktif selama 24 jam,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *