Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menyalakan lampu kuning tanda siaga menghadapi ancaman musim kemarau. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh camat di wilayahnya untuk segera melakukan pemetaan komprehensif terhadap titik-titik rawan kekeringan.
Langkah mitigasi dini ini diambil agar draf operasional distribusi bantuan air bersih dari pemerintah daerah dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat yang paling membutuhkan tanpa terhambat birokrasi.
Instruksi tersebut diteriakkan Endin saat memimpin Apel Pagi di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (6/7/2026).
“Untuk antisipasi, semuanya harus bergerak. Melalui Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) agar diinstruksikan kepada para camat supaya memetakan wilayah mana saja yang rawan kekeringan. Sehingga nanti pada saat suplai air dilakukan, penyalurannya benar-benar tepat sasaran,” tegas Endin Samsudin.
Endin membeberkan, berdasarkan draf laporan situasi terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, pergerakan krisis air bersih saat ini sudah mulai menerjang sejumlah wilayah.
Sektor selatan Kabupaten Bekasi terpantau menjadi wilayah terdampak paling awal dan terparah akibat menyusutnya cadangan air tanah.
Data riil BPBD melansir, dua wilayah yang kini mencatatkan draf kedaruratan air bersih teratas adalah Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru dan Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Merespons kondisi tersebut, Endin memastikan armada tangki air milik pemda tidak tinggal diam.
“Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD sudah menyampaikan bahwa pengiriman pasokan air bersih sudah mulai diguyur ke lokasi-lokasi tersebut, terutama di wilayah selatan sebagai garda terdepan antisipasi kemarau,” imbuhnya.
Guna memotong rantai lambatnya informasi, Sekda mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Bekasi untuk tidak segan-segan bersikap proaktif. Jika ada lingkungan RT/RW yang sumur bajunya mulai mengering dan mengalami kelangkaan air bersih akut, warga diminta segera melapor secara berjenjang.
Laporan bisa dilayangkan langsung melalui pihak pemerintah desa (Pemdes), kantor kecamatan, maupun posko utama BPBD Kabupaten Bekasi agar tim reaksi cepat dapat langsung menerjunkan bantuan logistik air ke lokasi.
Lewat akselerasi instruksi ini, Pemkab Bekasi berharap dampak buruk kekeringan tahunan—baik dari segi pemenuhan kebutuhan domestik rumah tangga hingga potensi gagal panen lahan pertanian warga—dapat ditekan seminimal mungkin.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













