Bekasi  

Siswa SD Kelas 2 Cikarang Raih Penghargaan Emas Olimpiade Matematika Internasional di Malaysia

Bekasi - Atha Fathurrahman, siswa kelas 2 SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara, berhasil meraih Penghargaan Emas (Gold) dan Kategori Diamond pada ajang ADEPT Competition Olympiad 2025/2026 bidang Matematika yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Atha Fathurrahman, siswa kelas 2 SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara, berhasil meraih Penghargaan Emas (Gold) dan Kategori Diamond pada ajang ADEPT Competition Olympiad 2025/2026 bidang Matematika yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh siswa asal Kabupaten Bekasi.

Atha Fathurrahman mengukir prestasi gemilang tersebut. Ia merupakan siswa kelas 2 SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara.

Oleh karena itu, keberhasilan ini membawa kebanggaan besar bagi dunia pendidikan Kabupaten Bekasi.

Sabet Juara Pertama di Kuala Lumpur Malaysia

Atha berhasil meraih Penghargaan Emas (Gold) dan Kategori Diamond. Ia memenangkan ajang ADEPT Competition Olympiad 2025/2026 bidang Matematika di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sementara itu, kompetisi internasional ini melibatkan peserta jenjang TK hingga SMA/K dari 17 negara.

Selanjutnya, babak final berlangsung pada 30 Mei 2026 di Malaysia. Atha tampil memukau hingga berhasil menyabet juara pertama.

Momen Haru Pemenang Kategori Tertinggi

Bahkan, Atha tidak bisa menyembunyikan rasa harunya saat panitia mengumumkan namanya sebagai pemenang.

“Senang sekali. Waktu nama saya belum dipanggil, mulai dari juara Honorable Mention sampai juara dua, pas nama saya dipanggil jadi juara 1, saya sempat keluar air mata,” cerita Atha antusias di SDN Waluya 02, Jumat (7/8/2026).

Perjuangan Meraih Predikat Gold dan Diamond

Di samping itu, orang tua Atha, Rahman, menceritakan bahwa capaian ini tidak hadir secara instan. Sebelum melenggang ke Malaysia, Atha harus mengikuti serangkaian babak penyisihan secara daring.

Hasilnya, di babak final internasional, Atha mengondol penghargaan Gold dan Kategori Diamond. Ia berhasil menjawab lebih dari 90 persen soal dengan tepat.

Sebab, bakat Atha tumbuh lewat proses alami sejak dini:

  • Ketertarikan Alami: Menyukai angka dan perhitungan sejak usia dini.

  • Pengalaman Sejak TK: Aktif mengikuti kompetisi matematika nasional.

  • Dukungan Tanpa Paksaan: Orang tua memfasilitasi minat anak tanpa tekanan.

Apresiasi dan Motivasi dari Pihak Sekolah

Oleh sebab itu, Kepala SDN Waluya 02 Cikarang Utara, Eber, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dan peran keluarga menjadi kunci keberhasilan Atha.

Akhirnya, pihak sekolah berencana memperkenalkan prestasi Atha di hadapan seluruh warga sekolah. Langkah ini bertujuan memotivasi siswa-siswa lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi luar biasa Atha. Ke depan, siswa yang berprestasi akan kami perkenalkan di lingkungan sekolah untuk mendorong anak-anak lain dan para orang tua agar semakin termotivasi,” pungkas Eber.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *