Bekasi  

Kasus Penipuan Wedding Organizer di Bekasi Belum Ada Titik Terang?

Korban penipuan oleh WO Harmoni di Bekasi
Korban penipuan oleh WO Harmoni di Bekasi

Kasus dugaan penipuan oleh salah satu wedding organizer di kawasan Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, belum menemukan titik terang.

Polres Metro Bekasi Kota, sampai saat ini belum menetapkan dugaan penipuan yang telah dilaporkan oleh sejumlah calon pengantin pada, Selasa (8/10/2024) lalu.

“Perkara sudah naik ke tahapan penyidikan,” kata Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, Rabu (30/10/2024) dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, penyidik baru melakukan tahapan pemeriksaan para saksi yakni pelapor.

“Baru pemeriksaan saksi-saksi,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan calon pengantin lapor Polisi dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) Harmoni, kerugian korban beragam mulai dari belasan sampai puluhan juta.

Korban calon pengantin datang ke Polres Metro Bekasi Kota di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Selasa (8/10/2024).

Mereka satu per satu membuat laporan Polisi di Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT), menbawa sejumlah berkas barang bukti antara lain bukti transaksi.

Anisa sebelumnya ditulis Lina Herlina (24) salah satu korban mengatakan, sudah mentransfer uang sebesar Rp59 juta ke pemilik WO berinisial A yang selanjutnya sebagai terlapor.

“Saya bener-bener enggak tergiur sama apa yang dia tawarkan, cuman ya saya udah pilih dia jadi saya kasih, saya kasih akhirnya sampai Rp56 juta,” kata Anisa.

Uang puluhan juta itu dia kirim secara bertahap sebanyak sembilan kali transfer, terlapor memiliki banyak alasan saat meminta uang muka ke korban.

“Sembilan kali pembayaran, itu belum lunas, total nilai (paket WI) Rp60 juta, dia minta-minta terus minta DP dengan alasan mamahnya sakit, ini itu segala macem,” jelas dia.

Anisa rencananya akan melangsungkan pernikahan pada Januari 2025 mendatang, dia baru sadar WO yang dipercaya mengurus pernikahannya tak beres saat akan melangsungkan fitting baju.

“Ketika saya mau fitting, itu di bulan ini tanggal 4 sekalian pre-wedding, saya minta ini orang udah enggak ada kabar,” jelas dia.

Hal yang sama dirasakan Nia Dwiyani (24), dia mengaku sudah menyetorkan uang sebesar Rp17 juta untuk paket WO yang dipilih sebesar Rp24 juta.

“Jadi WO itu di awal menjanjikannya manis, misalnya suka kasih diskon, banyak promo, bonus dan lain-lainnya,” kata Nia.

Nia bersama korban lain sudah mendatangi kantor WO Harmoni Wedding di Jalan Jati Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Di sana, kantor WO Harmoni Wedding sudah kosong ditinggal pemilik dan pegawainya. Tidak ada satupun yang bisa dihubungi hingga akhirnya korban membuat laporan Polisi.

“Awalnya kita bikin grup (WhatsApp) buat sharing ada 18 orang yang sudah buat laporan, tapi kalau korbannya yang ada di grup WA ada 56 orang,” jelas dia.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *