Kota Bekasi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi berencana melakukan perbaikan besar-besaran terhadap belasan halte yang tersebar di sepanjang jalur layanan bus Transportasi Bekasi Keren (Trans Beken).
Fokus utama perbaikan menyasar rute gemuk Harapan Indah–Terminal Bekasi sebagai upaya menyelaraskan sarana penumpang dengan rute baru yang baru saja diresmikan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bekasi, Soenaryo, mengonfirmasi bahwa sebanyak 14 halte telah masuk dalam daftar renovasi.
“Dengan adanya rute Trans Beken yang baru, maka dari sisi sarana penumpang juga akan kita lakukan penyesuaian dan perbaikan,” ujar Soenaryo pada Jumat (13/3/2026).
Menambal Fasilitas yang Terbengkalai
Kondisi halte di Bekasi selama ini sering dikeluhkan pengguna jasa transportasi publik. Pantauan di lapangan menunjukkan banyak titik halte yang tidak lagi manusiawi: atap bocor saat hujan, kursi penumpang yang patah, hingga estetika bangunan yang kumuh akibat coretan vandalisme.
Dishub menargetkan perbaikan komprehensif mulai dari penggantian keramik lantai yang pecah hingga pengecatan ulang dinding halte. “Prioritas kami adalah kenyamanan penumpang, termasuk mengganti fasilitas kursi yang sudah tidak layak pakai,” tambah Soenaryo.
Persoalan Anggaran: Rp 7 Juta per Halte?
Meski target perbaikan mencakup 14 titik, aspek pendanaan menjadi sorotan tajam. Dishub berencana mengajukan anggaran sebesar Rp 100 juta kepada bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Bekasi sebelum libur Lebaran tiba. Jika dikalkulasi secara kasar, setiap halte hanya akan mendapatkan alokasi sekitar Rp 7,1 juta untuk seluruh komponen perbaikan.
Soenaryo mengakui bahwa besaran dana tersebut relatif terbatas sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Namun, ia menjamin pihak dinas akan melakukan skala prioritas agar dana yang minim tersebut tetap memberikan dampak nyata bagi pengguna jalan. “Dari anggaran yang ada itu kita maksimalkan,” tegasnya.
Pekerjaan Pasca-Lebaran
Terkait jadwal pelaksanaan, Dishub memilih untuk memulai pengerjaan fisik setelah masa libur Lebaran 2026 usai. Keputusan ini diambil untuk menghindari gangguan arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat yang biasanya meningkat tajam menjelang hari raya.
Upaya perbaikan ini menjadi pertaruhan bagi citra Trans Beken sebagai moda transportasi andalan baru di Kota Patriot. Tanpa dukungan fasilitas halte yang prima, peningkatan rute bus berisiko kehilangan daya tariknya di mata komuter. Kini, publik menanti apakah dana Rp 100 juta tersebut cukup untuk mengubah wajah 14 halte dari “monumen kusam” menjadi fasilitas publik yang fungsional dan estetis.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












