Kota Bekasi – Gelombang arus balik Lebaran 2026 menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Bukan sekadar kelelahan fisik perjalanan, ancaman tersembunyi berupa virus Dengue dari luar daerah menjadi fokus utama pemantauan medis di lapangan.
Berdasarkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan di pintu-pintu masuk utama, Dinkes memastikan pemudik yang kembali ke Kota Bekasi sejauh ini dinyatakan bersih dari Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pemeriksaan Ketat di Terminal Utama
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berlapis selama periode arus balik. Fokus utama petugas adalah melakukan skrining terhadap warga yang menempuh perjalanan dari daerah-daerah yang saat ini tengah mengalami lonjakan kasus DBD.
“Hasil pemeriksaan kesehatan kepada pemudik dari luar daerah selama periode arus balik hasilnya nihil. Tidak ada pemudik yang kami periksa terindikasi terjangkit atau terkena DBD,” tegas Satia dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).
Skrining ini terkonsentrasi di dua simpul massa terbesar, yakni Terminal Induk Kota Bekasi dan Terminal Damri Kayuringin.
Mewaspadai “Impor” Kasus dari Luar Jawa
Langkah preventif ini diambil bukan tanpa alasan. Dinkes menyoroti fenomena penyebaran DBD yang saat ini sedang mewabah secara masif di wilayah luar Pulau Jawa, khususnya di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara.
Mobilitas warga Bekasi yang tinggi selama Lebaran dikhawatirkan dapat memicu transmisi silang jika tidak dicegah melalui deteksi dini di terminal kedatangan.
“Sebagai upaya mencegah adanya wabah DBD yang dibawa pemudik dari luar Kota Bekasi, kita melakukan pemeriksaan kesehatan. Kita terjunkan tenaga kesehatan untuk melakukan skrining langsung sebagai antisipasi,” jelas Satia.
Komitmen Bebas DBD: Tantangan Pasca-Lebaran
Meski hasil pemeriksaan di terminal menunjukkan angka nihil, Dinkes Kota Bekasi tidak ingin kecolongan. Satia menegaskan bahwa komitmen pemberantasan DBD harus berjalan beriringan dengan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah setelah ditinggal mudik.
“Kita berkomitmen dan melakukan upaya maksimal untuk mencegah DBD di Kota Bekasi. Harapannya, Kota Bekasi ini benar-benar menjadi daerah yang terbebas dari wabah tersebut,” tutupnya.
Pihaknya juga mengimbau warga yang baru kembali ke Bekasi untuk segera melapor ke Puskesmas terdekat jika mengalami gejala demam tinggi dalam kurun waktu 2×24 jam setelah tiba di rumah, sebagai langkah jaga-jaga terhadap masa inkubasi virus.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












