Jakarta — Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), mencatat lonjakan tajam volume kendaraan yang mengarah ke timur Pulau Jawa pada H-1 libur panjang (long weekend) Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau pada Selasa (26/5/2026.
Laju kendaraan yang menembus Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama melesat hingga 94,90 persen.
Manajemen JTT mencatat sebanyak 50.702 kendaraan melintas meninggalkan Jakarta menuju jalur Trans Jawa pada paruh tersebut.
Sebagai perbandingan, dalam kondisi normal, volume lalu lintas harian di titik sekatan utama tersebut biasanya hanya menyentuh angka 26.014 kendaraan.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa kontras dengan arus keluar, pergerakan kendaraan dari arah sebaliknya atau dari Trans Jawa menuju Jakarta justru terpantau landai.
“Untuk kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 26.668 kendaraan. Angka ini hanya naik tipis sebesar 4,12 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yang berada di kisaran 25.612 kendaraan,” ujar Ria dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/5/2026).
Denyut Kepadatan Jalur Bebas Hambatan di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Ria membeberkan bahwa efek rambatan dari lonjakan volume kendaraan di hulu Jakarta ini juga mulai memicu kenaikan grafik lalu lintas di sejumlah pintu tol strategis regional yang dikelola oleh JTT Group di Jawa Tengah dan Jawa Timur:
1. Klaster Jawa Tengah
GT Kalikangkung (Semarang): Arus kendaraan yang datang menuju Kota Semarang tercatat mencapai 22.378 unit, melonjak 57,36 persen dari basis normal (14.221 kendaraan). Sebaliknya, arus kendaraan yang meninggalkan Semarang menuju Jakarta berada di angka 14.695 unit (naik 7,51 persen).
GT Banyumanik (Semarang-Solo): Koridor penghubung menuju Solo ini mencatatkan pergerakan sebesar 30.857 kendaraan atau naik drastis 58,74 persen dari hari biasa (19.439 kendaraan). Sementara arus balik mengarah ke Jakarta terdata sebanyak 18.634 unit.
2. Klaster Jawa Timur
GT Warugunung (Surabaya-Mojokerto): Arus kendaraan yang masuk menuju Surabaya tercatat sebesar 20.850 unit (naik 16,43 persen). Menariknya, arus yang keluar dari Surabaya mengarah ke barat justru melonjak hingga 44,01 persen atau menyentuh angka 24.980 kendaraan.
GT Kejapanan Utama (Surabaya-Gempol): Jalur pergerakan lokal menuju Malang menyerap 25.081 kendaraan (naik 29,26 persen), sementara arah sebaliknya menuju Surabaya terdata sebanyak 24.488 unit.
GT Singosari (Pandaan-Malang): Sebagai destinasi wisata, kendaraan yang mengalir masuk menuju Malang tercatat sebanyak 14.324 unit (naik 27,71 persen), sedangkan arah Surabaya mencapai 13.222 kendaraan.
Warning JTT: Waspadai Euforia Jalur Lengang
Kendati volume kendaraan melesat tajam di sejumlah titik, secara umum JTT mengonfirmasi bahwa indikator kelancaran berkendara di sepanjang jalur tol Trans Jawa masih berada di kategori kondusif dan relatif lancar tanpa adanya kemacetan horor.
Meski demikian, manajemen JTT mengeluarkan peringatan keras kepada para pengemudi agar tidak terlena oleh situasi jalan tol yang lengang. Karakteristik jalur Trans Jawa yang lurus dan panjang dinilai rawan memicu kejenuhan, microsleep, serta aksi memacu kecepatan di luar batas aman (overspeeding).
“Kondisi lalu lintas yang lancar dan cenderung lengang tetap perlu diwaspadai secara berkala. Untuk itu, kami mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memperoleh informasi lalu lintas secara real-time, lokasi rest area, CCTV jalan tol, hingga layanan darurat guna mendukung perjalanan yang aman dan nyaman,” ucap Ria memungkasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya












