Bekasi – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya terus mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan taksi listrik, KRL Commuter Line, dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Jumat (8/5/2026) keamrin, penyidik telah memeriksa sebanyak 39 saksi untuk mencari titik terang insiden yang menewaskan 16 orang tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menyatakan bahwa proses penyidikan kini melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Sampai saat ini proses penyidikan masih berjalan. Penyidik melakukan pendalaman sesuai tugas pokok masing-masing,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya dikutip sabtu (9/5/2026).
Budi menjelaskan, pemeriksaan saksi kini mulai difokuskan pada unsur teknis perkeretaapian serta tanggung jawab operasional kendaraan yang terlibat.
Adapun ke-39 saksi tersebut terdiri dari:
Internal KAI: 8 orang pihak operasional perkeretaapian dan 3 saksi dari instansi terkait.
Korban & Lapangan: 11 korban luka, 8 saksi di lokasi kejadian, serta 1 saksi pelapor.
Pihak Vendor: 4 saksi dari perusahaan penyedia layanan kendaraan.
Pada Jumat kemarin, penyidik secara khusus memeriksa tiga pejabat dari PT KAI Daop 1 Jakarta, yakni AP (Kepala Sinyal dan Telekomunikasi), CN (Petugas Pengawas Selatan), dan MAH (Customer Service On Train KRL).
Selain pihak perkeretaapian, polisi juga memanggil jajaran manajemen PT HSM Green and Smart Mobility Indonesia selaku penyedia armada taksi listrik yang terlibat dalam awal mula kecelakaan.
Pihak-pihak yang diperiksa meliputi Manajer Rekrutmen Driver (KS), bagian pelatihan pengemudi (MI), Manajer Kontrol Perawatan (BM), hingga Manajer Depot Operasional Bekasi (SF). Pengemudi taksi online yang bersangkutan juga turut dimintai keterangan.
Kecelakaan maut ini bermula saat sebuah taksi listrik (Green SM) mengalami mogok tepat di perlintasan Ampera. Mobil tersebut kemudian tertabrak oleh rangkaian KRL Commuter Line.
Dampak dari tabrakan awal itu mengakibatkan KRL berhenti mendadak, yang kemudian berujung pada insiden fatal di mana KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling mematikan tahun ini dengan total 16 korban jiwa.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












