Hitung Mundur 195 Hari Menuju Porprov Jabar 2026: KONI Bekasi Rombak Skema Insentif Atlet dan Bidik Tiga Besar

Langkah taktis tersebut dibedah dalam rapat koordinasi dan pendampingan yang melibatkan pengurus cabang olahraga (cabor) di ruang aula KONI Kota Bekasi.

Bekasi - Rapat koordinasi dan pendampingan yang melibatkan pengurus cabang olahraga (cabor) di ruang aula KONI Kota Bekasi. Foto: Gobekasi.id.
Rapat koordinasi dan pendampingan yang melibatkan pengurus cabang olahraga (cabor) di ruang aula KONI Kota Bekasi. Foto: Gobekasi.id.

Bekasi — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi resmi memulai hitung mundur 195 hari menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Guna memuluskan target menembus posisi tiga besar, KONI Kota Bekasi ini merombak total metode pembinaan, memperketat barikade anggaran, hingga menaikkan nilai insentif bagi para atlet potensial.

Langkah taktis tersebut dibedah dalam rapat koordinasi dan pendampingan yang melibatkan pengurus cabang olahraga (cabor) di ruang aula KONI Kota Bekasi.

Pimpinan pengurus menekankan perlunya kolaborasi total antara organisasi, kontingen, dan seluruh elemen pembinaan di tingkat tapak.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kota Bekasi, Abi Hasbullah, menegaskan bahwa dalam sisa waktu yang krusial ini, seluruh cabor wajib melebur dalam satu visi. Apalagi, peta kekuatan kontingen tahun ini diwarnai oleh kombinasi cabang olahraga senior dan sejumlah cabor baru.

“Saat ini ada 67 Pengurus Cabang (Pengcab) di bawah binaan KONI Kota Bekasi. Sebagian besar sudah menjadi bagian dari Porprov periode sebelumnya, namun ada juga yang baru memulai debutnya tahun ini. Kolaborasi dan transfer pengalaman dari cabor senior harus ditularkan ke teman-teman baru agar kita bisa menjadi yang terbaik di Porprov 2026. Kami sudah mengunci hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) lalu, dan kini bersiap melangkah ke fase Pemusatan Latihan Cabang atau TC,” ujar Abi, Jumat (29/5/2026).

Berita Bekasi Lainnya  Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang hingga 30 September 2025

Pemangkasan Birokrasi Anggaran dan Linimasa Latihan

Ketua Harian KONI Kota Bekasi, Agus Irianto, membeberkan bahwa agenda pendampingan ini difokuskan untuk menyamakan persepsi terkait pencairan anggaran pembinaan dan bantuan operasional (BOP).

KONI menerapkan sistem akuntabilitas ketat, di mana pencairan logistik berikutnya hanya akan dieksekusi jika laporan pertanggungjawaban fase sebelumnya dinyatakan bersih.

“Uang pembinaan untuk cabor, atlet, dan pelatih, serta bantuan operasional Porprov akan dikucurkan bertahap. Selanjutnya baru bantuan perlengkapan, tetapi syaratnya laporan pembinaan sebelumnya harus selesai dan valid,” kata Agus tegas.

Agus juga merilis blueprint linimasa persiapan kontingen Kota Bekasi sebelum bertolak ke medan laga.

Pada Juni 2026 akan ada pelaksanaan tes fisik dan medis atlet selama tiga hari guna mengunci jumlah definitif skuad.

Kemudian di bulan Juli 2026, akan ada oengukuhan resmi kontingen Kota Bekasi, disusul dengan program character building bagi para atlet.

Fase Lanjutannya yaitu pelaksanaan Training Center (TC) mandiri di masing-masing cabor. Hingga pada 7 November 2026, atau hari H bertarung di arena Porprov Jabar.

Berita Bekasi Lainnya  Duduki Posisi 1 dan 3 di Kejurda Jabar, IMI Kota Bekasi Optimis Sumbang Emas di Porprov Jabar 2022

Strategi Ali Akbar: Insentif Naik dan Klasterisasi Berbasis Emas

Wakil Ketua I KONI Kota Bekasi, Ali Akbar, mengungkapkan adanya perubahan radikal dalam metode pembagian stimulus finansial. Mengikuti arahan Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Tri Adhianto, prioritas utama dialokasikan langsung pada tiga pilar: atlet, pelatih, dan BOP dengan sistem zonasi prestasi.

Kabar baiknya, KONI Kota Bekasi resmi menaikkan nilai uang pembinaan bagi nomor atlet perorangan sebesar Rp 500 ribu. Namun, untuk anggaran operasional cabor (BOP), manajemen menerapkan sistem klasterisasi ketat yang dibagi ke dalam tiga kelas berdasarkan performa historis

Klaster utama cabor peraih medali emas pada Porprov sebelumnya. Klaster Madya bagi cabor peraih medali perak dan perunggu. Dan, klaster pratama bagi cabor yang belum berhasil memperoleh medali.

Ali menegaskan, basis data penentuan jumlah pelatih dan penerima insentif dikunci berdasarkan hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jabar serta Technical Hand Book (THB) yang telah diverifikasi dalam desk beberapa waktu lalu.

“Koni menegaskan aturan main yang rigid: anggaran pembinaan ini dikunci hanya untuk atlet yang lolos dan masuk skuad Porprov. Mereka yang tidak masuk atau gagal dalam kualifikasi, otomatis tidak mendapatkan pembinaan. Ini adalah hasil seleksi objektif BK Porprov. Sementara bagi cabor baru yang tidak mengikuti BK, kebijakan akomodasinya didasarkan pada pertimbangan khusus dan penilaian potensi oleh tim analis KONI Kota Bekasi,” ujar Ali memungkasi.

Berita Bekasi Lainnya  18 Atlet Muaythai Kota Bekasi Ikut Kejurnas di Kendari, Target Tiga Besar sampai Juara Umum

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *