Bekasi – Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara tegas menepis rumor miring yang menyebut pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 bakal diundur akibat ketidaksiapan anggaran dan infrastruktur.
Multi-event olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal (on the track) pada November 2026 mendatang.
Isu liar penundaan tersebut dibantah langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Barat, Herry Antasari. Menurutnya, menunda perhelatan Porprov justru akan memicu pemborosan anggaran yang jauh lebih besar dan merugikan daerah.
“Isu itu tidak benar, kita sangat siap. Pola manajemennya saja yang kali ini berbeda. Kalau diundur, biaya operasional justru akan membengkak dua kali lipat. Apalagi tahun depan sudah masuk tahapan Babak Kualifikasi (BK) PON menuju PON 2028. Mundurnya jadwal juga akan memicu kemubaziran pada anggaran pembinaan atlet yang selama ini sudah dikucurkan,” tegas Herry Antasari, Rabu (8/7/2027) di sela peninjaunnya bersama rombongan Komisi V DPRD Jawa Barat ke venue olahraga Kota Bekasi.
Herry meluruskan pandangan keliru yang menilai Pemprov Jabar tidak memperhatikan olahraga karena meniadakan bantuan keuangan (Bankeu) khusus untuk pembangunan infrastruktur fisik ke daerah. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, regulasi dan draf strategi operasional justru diubah demi menyelamatkan keuangan daerah dari proyek mubazir.
Selama ini, banyak daerah berlomba-lomba meminta Bankeu ke Gubernur demi membangun gedung atau venue olahraga baru yang ujung-ujungnya terbengkalai dan menjadi “proyek hantu” pasca-acara selesai.
Sebagai solusinya, Pemprov Jabar mengubah draf peta penyelenggaraan. Skema yang semula hanya bertumpu pada 3 tuan rumah utama, kini dipecah secara gotong royong menjadi 14 tuan rumah yang terdiri atas tuan rumah utama, pendamping, dan pendukung.
“Pola kita ubah. Kalau ada cabang olahraga yang butuh venue baru, solusinya cari daerah lain di Jawa Barat yang sudah memiliki fasilitas tersebut. Jadi tidak perlu ngebangun dari nol. Bukan berarti Pemprov tidak mendukung, anggaran tetap dialokasikan secara besar, namun jalurnya dialihkan langsung melalui skema Hibah KONI,” urai Kadispora.
Guna menjamin kelancaran jalannya kompetisi, Pemprov Jabar telah menyiapkan draf anggaran jumbo senilai kurang lebih Rp20 miliar yang disalurkan melalui Hibah KONI Jawa Barat. Dana operasional ini dikunci khusus untuk membiayai kebutuhan esensial pertandingan, seperti honorarium wasit, dewan juri, hakim, technical delegate, hingga pengadaan medali dan piala juara.
Komitmen ini diamini oleh Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmat, saat memimpin rombongan legislatif melakukan tinjauan kesiapan sarana prasarana di Kota Bekasi. Hasbullah memastikan dewan akan terus mengawal draf sirkulasi anggaran ini agar tidak ada daerah yang dirugikan, terutama Kota Bekasi yang memegang status sebagai salah satu tuan rumah utama.
“Kami dari DPRD Jabar sedang mengawal ketat dana hibah ini. Bahkan jika dalam perjalanannya nominal Rp20 miliar tersebut dirasa masih kurang untuk meng-cover kebutuhan Porprov, kami di parlemen siap mengupayakan penambahan anggaran melalui skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT),” cetus Hasbullah.
Dari hasil rapat koordinasi bersama Ketua Pengurus Besar (PB) Porprov, Abdul Harris Bobihoe, DPRD Jabar memberikan draf rapor hijau bagi Kota Bekasi, di mana persiapan fisik venue pertandingan di Kota Patriot terpantau sudah menyentuh angka 90 persen.
Di sisi lain, Sekretaris Umum KONI Jawa Barat, Gianto Hartono, membeberkan bahwa secara akumulatif, koordinasi antara KONI Jabar, pengurus cabang olahraga (cabor), dan seluruh tuan daerah sudah mencapai progres 70 hingga 80 persen.
Pria yang akrab disapa Ogi ini menekankan, penandatanganan SK penyelenggaraan oleh Gubernur serta draf instruksi pemantauan dari Sekda ke kota/kabupaten menjadi bukti otentik bahwa roda persiapan terus menggelinding maksimal.
Saat ini, beberapa kendala minor di tingkat daerah umumnya berkisar pada draf kesiapan anggaran pemberangkatan kontingen atlet masing-masing daerah. Namun, lewat mediasi intensif bersama Komisi V DPRD dan Dispora kabupaten/kota, jajaran KONI optimistis kendala teknis tersebut dapat segera dicarikan jalan keluar dalam waktu dekat.
“Intinya semua on the track. Kami sedang mematangkan sisa hal-hal teknis kecil di lapangan demi meminimalisir potensi friksi atau persoalan yang bakal muncul pada November nanti,” pungkas Ogi optimis.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













