Bekasi  

Dihadiri Menteri Kependudukan, Kriyaan Lansia 2026 di GOR Bang Yan Rayakan Rekor 3.436 Lulusan Sekolah Lansia

Bekasi - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji dalam lewat perhelatan akbar Kriyaan Lansia Ke-2 Kota Bekasi Tahun 2026 di GOR Bang Yan, Rabu (8/7/2027). Foto: Ist/Gobekasi.id.
lewat perhelatan akbar Kriyaan Lansia Ke-2 Kota Bekasi Tahun 2026 di GOR Bang Yan, Rabu (8/7/2027).

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam mendongkrak indeks kebahagiaan warga senior lewat perhelatan akbar Kriyaan Lansia Ke-2 Kota Bekasi Tahun 2026 di GOR Bang Yan, Rabu (8/7/2027).

Hajatan besar yang mengusung draf tema “Lansia Berdaya, Berkarya, dan Bahagia” ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji.

Turut mendampingi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua TP PKK Kota Bekasi, serta jajaran Camat dan Lurah se-Kota Bekasi yang melebur bersama ribuan oma-opa peserta wisuda Sekolah Lansia.

Puncak kriyaan ini diramaikan oleh unjuk gigi kreativitas para lansia. Mulai dari draf harmonisasi musik angklung, kelincahan line dance, aksi cat-walk fashion show, hingga pengumuman pemenang berbagai lomba seni yang membuktikan bahwa usia hanyalah deretan angka.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengenang kembali kilas balik program Sekolah Lansia ini.

Ia membeberkan bahwa program inkubasi mental dan sosial warga senior ini mulai dirintis saat dirinya pertama kali menapakkan kaki sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi pada tahun 2022 silam.

Kala itu, draf cetak biru pemerintah daerah hanya mematok target moderat di angka 3.000 peserta. Namun, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun berjalan, draf peminatnya justru meledak drastis.

Target Awal pada 2022 yang berkisar 3.000 Peserta meroket di tahun ini 2026 menjadi 3.436 Anggota aktif dan terus bertambah.

“Alhamdulillah, saat ini jumlahnya sudah melampaui target dan terus bertambah. Ini membuktikan bahwa para lansia di Bekasi sangat membutuhkan ruang komunal untuk tetap berkegiatan, bersosialisasi, dan mengusir rasa kesepian (loneliness) yang kerap menghantui usia senja,” papar Tri Adhianto bangga.

Tri menegaskan, draf keberhasilan pembangunan makro Kota Bekasi tidak boleh melulu diukur dari megahnya proyek infrastruktur jalan dan gedung bertingkat, melainkan dari derajat kenyamanan hidup dan martabat para orang tua.

Inovasi dari tanah Patriot ini mendapat draf pujian tinggi dari pemerintah pusat. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, menyebut program Sekolah Lansia Kota Bekasi adalah draf role model pembangunan ketahanan keluarga berkelanjutan yang wajib ditiru oleh bupati dan wali kota lain di seluruh Indonesia.

“Program di Kota Bekasi merupakan contoh yang sangat baik. Lansia tidak hanya ditempatkan sebagai objek pelayanan medis pasif, tetapi diberikan panggung ruang untuk berkarya, belajar, dan tetap bermakna di tengah masyarakat,” puji Menteri Wihaji.

Korelasi positif dari masifnya program Sekolah Lansia ini tercermin kuat dalam draf data makro struktural. Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bekasi sukses mencatatkan draf Angka Harapan Hidup (AHH) hingga mencapai 76,61 tahun.

Rapor tersebut menobatkan Kota Bekasi sebagai salah satu daerah dengan draf usia harapan hidup tertinggi di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Angka statistik ini menjadi bukti sahih bahwa bauran kebijakan lingkungan ramah lansia (age-friendly city) yang digulirkan Pemkot Bekasi berdampak linear pada kesehatan fisik, stabilitas psikologis, serta kesejahteraan mental para lanjut usia.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *