Bekasi  

Diterjang Banjir 2025, Jembatan Kemang Pratama Rawalumbu Beroperasi Kembali Berdesain Bebas Pilar

Bekasi - Menko AHY tinjau Jembatan Kemang Pratama Rawalumbu Rp60 Miliar (30/10/2026). Berdesain tanpa pilar bentang 78 meter untuk cegah genangan & sampah banjir. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Menko AHY tinjau Jembatan Kemang Pratama Rawalumbu Rp60 Miliar (30/10/2026). Berdesain tanpa pilar bentang 78 meter untuk cegah genangan & sampah banjir. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung hasil pembangunan ulang Jembatan Kemang Pratama di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026).

Infrastruktur penyeberangan vital yang sempat terputus total diterjang banjir bandang pada Maret 2025 lalu tersebut kini hadir dengan struktur penahan banjir terkini dan telah resmi beroperasi kembali untuk melayani mobilitas warga.

Menko AHY menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sigap Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kota Bekasi dalam merampungkan pemulihan konektivitas kawasan tersebut.

“Apresiasi Pak Menteri PU atas gerak cepat jajarannya merekonstruksi infrastruktur vital ini. Pemerintah provinsi, Pak Wali Kota yang telah mengawal, termasuk masyarakat yang telah membantu sehingga jembatan bisa berfungsi kembali untuk memudahkan mobilitas,” ujar AHY di lokasi peninjauan.

Berita Bekasi Lainnya  Hadapi Arus Nataru 2026, Terminal Bekasi Perketat Uji Kelaikan Bus

Jembatan Kemang Pratama dibangun kembali mengusung konsep rekayasa struktur baru tanpa tiang penyangga (pilar) di bagian tengah sungai.

Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan sampah hanyutan dari hulu yang berpotensi menyumbat aliran dan memicu beban berlebih saat debit air meningkat.

Selain tanpa pilar, posisi badan jembatan kini ditinggikan secara signifikan guna memberikan ruang bebas (clearance) aman di atas permukaan air banjir tertinggi.

Pembangunan ulang yang menyerap anggaran Rp60 miliar dari alokasi Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) ini telah dinyatakan lulus uji beban (load test) dengan ketahanan tonase mencapai 1 ton per meter persegi.

“Apa yang kita lakukan di daerah hilir sangat tergantung dari apa yang terjadi di wilayah hulu. Jika terjadi kerusakan wilayah, penyalahgunaan tata ruang, berkurangnya daerah resapan hingga sedimentasi dan buang sampah sembarangan, dampaknya pasti akan dirasakan oleh masyarakat hilir di Kota Bekasi ini,” imbau AHY mengingatkan pentingnya mitigasi banjir dari wilayah hulu.

Berita Bekasi Lainnya  Mensos Saifullah Yusuf Tinjau Open House Sekolah Rakyat Kota Bekasi, Puji Karya Perahu Elektrik Siswa

Plt Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PU, Gatot Sukmara, membeberkan bahwa masa konstruksi Jembatan Kemang Pratama berlangsung selama 300 hari kalender (Oktober 2025 – Agustus 2026).

Pihaknya menetapkan masa pemeliharaan (maintenance period) hingga Agustus 2027 sebelum diserahterimakan penuh ke Pemkot Bekasi.

Spesifikasi teknis penanganan infrastruktur ini meliputi:

Total Penanganan: Panjang 410 meter.

Bentang Utama Jembatan: Bentang tunggal tanpa pilar sepanjang 78 meter dengan lebar 9 meter.

Pekerjaan Jalan Pendukung: Pengaspalan dan rigid pavement sepanjang 332 meter.

Gatot optimistis keberadaan jembatan berdesain modern ini tidak hanya ampuh memperlancar alur air Sungai Bekasi, tetapi juga memangkas waktu tempuh perjalanan warga serta menghubungkan kembali akses vital menuju fasilitas kesehatan, sekolah, dan pusat pemerintahan di Kota Bekasi.

Berita Bekasi Lainnya  Dishub Bekasi Siapkan Penataan PJU Ganda di Ruas Jalan Nasional

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak  berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses  berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *