# Go-News

Ada Pesan Berantai Dua Warga Kota Bekasi Suspect Corona Meninggal

Teror Corona, Pemkot Bekasi Kaji Kebijakan ASN Kerja di Rumah
Ilustrasi Virus Corona

Dua warga Kota Bekasi dikabarkan tewas setelah berstatus suspect corona atau Covid-19, keduanya berinisial P dan BS. P dikabarkan warga asal Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati dan AB warga asal Jatiasih, Kota Bekasi.

Kabar kematian dua warga Kota Bekasi itu telah beredar melalui pesan berantai dalam media sosial WhatsApp. P dikabarkan tewas di RS DR Muwardi Jebres, Surakarta, pada Kamis (19/3/2020) sore. Sementara AB dikabarkan tewas pada, Sabtu (14/3/2020) lalu.

Dalam pesan itu,  pria berinisial M (50) yang merupakan pembantu rumah tangga dan D yang merupakan sopir pribadi P kini diisolasi dikediaman P. Mereka tidak diperkenankan keluar rumah dan dalam pengawasan pemerintah.

Sebelum meninggal, P dan istrinya berinisial SN dikabarkan pergi ke acara pernikahan yang ada di Bintaro, DKI Jakarta. Pasutri lansia itu pergi diantar oleh sopir pribadinya pada tanggal 29 Februari 2020.

Pada Minggu (1/3/2020), P bersama sopir pribadinya mengantarkan SN pulang ke Surakarta melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Selanjutnya, Senin (2/3/2020), P bersma sang sopir didampingi sekretaris ke Bank Mandiri yangbada di Jalan Raya Jatiasih Komsen. Disana P tidak semobil dengaj sang sekretaris.

Selasa (3/3/2020) P kembali ke Bank Mandiri bersama supir pribadi. Hingga Rabu (4/3/2020) P bertemu rekan kerjanya diantar sang sopir ke Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat. 

Selanjutnya, Kamis (6/3/2020) P bertemu rekan kerja dianter sopir pribadinya di sebelah Grand Indonesia, setelah itu bertamu kerumah anakn perempuannya berinisial T (35) di Cilandak 1. Dikabarkan anak P kini menjalani perawatan di RS Pertamina lantaran ada gejala yang sama.

Aktifitas P terus berlanjut sampai, Jumat (6/3/2020) ia melaksanakan ibadah salat jumat berjamaan di kompleksnya. Setelah salat, P diantat sang sopir pulang ke rumah yang dihuni sang istri, Surakarta. P melalukan perjalanan udara melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.

Pada Minggu (15/3/2020) pagi, P berobat ke RS Indriati Solobaru karena badan merasa panas, batuk, flu dan sesak. Malam harinya, 

P dijemput oleh pihak RS DR Moewardi Jebres Surakarta dan langsung masuk ke ruang isolasi.

Hingga Kamis, (19/3/2020) sekitar pukul 05.30 WIB P dikabarkan meninggal dunia. Jenazahnya dikebumikan di TPU Bonoloyo Surakarta. Hingga kini berita kematian P belum dapat terkonfirmasi pemerintah setempat.

Dalam pesan berantai yang sama, AB dikabarkan tewas dengan vonis suspact corona. Meski demikian, AB juga dikabarkan mempunyai riwayat penyakit komplikasi diantaranya, paru-paru, lambung dan diabetes.

Penyakit komplikasi yang diderita AB dikabarkan telah lama. Namun AB tidak pernah mau untuk di rawat menski telah mendapat rujukan rawat inap. Pada 10 Maret 2020, AB dirawat ke RS Mitra Keluarga Pratama atas keluhan penyakit asam lambung dan paru-paru, karena fasilitas medis untuk penanganan penyakit paru-paru di rumah sakit tersebut belum memadai maka dirujuk ke RS OMNI Pekayon.

Sesampai di UGD RS OMNI Pekayon pada, 13 Maret 2020 sekitar pukul 04.00 WIB dilakukan pemeriksaan standard operasional UGD dan dikabarkan mendapat vonis suspect Covid-19. Dalam pesan berantai itu disebutkan bahwa kabar tersebut telah disampaikan oleh pihak keluarga ke pengurus RW.

Dari RS OMNI Pekayon, BA akhirnya mendapat rujukan ke RS Persahabatan Jakarta, pada 13 Maret 2020 pukul 17.00 WIB. BA masuk ke UGD RS Persahabatan berdasarkan hasil rujukan dari RS OMNI Pekayon. Pada pukul 18.00-19.00 WIB, AB dimasukkan ke ruang Vinera (ruangan untuk suspect Covid-19).

Namun pada pulul 23.11 WIB AB dinyatakan meninggal dunia, saran dari RS Persahabatan agar proses pemulasaraan jenazah dilakukan oleh pihak RS Persahabatan. Jenazah AB dikebumikan di TPU Pondok Rangon, Kota Bekasi

Sampai saat ini, penyebab kematian AB belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil laboratorium dan konferensi pers dari RS Persahabatan dan Dinas Kesehatan. Hasil laboratorium AB akan diumumkan dalam rentang waktu empat samapi sepuluh hari ke depan

Data per tanggal 19 Maret 2020, terdapat 66 orang suapect corona. Rinciannya adalah 45 orang dalam pengawasan dan 21 sudah berstatus pasien dalam pengawasan. Bahkan berdasarkan keterangan pers oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi telah terdapat sembilan orang terinveksi atau postif Virus Corona.

(MYA)

Catatan Redaksi: Bila Anda merasakan gejala awal Covid-19, untuk memastikannya atau untuk mengetahui informasi perihal virus ini bisa mengakses nomor hotline Dinas Kesehatan Jabar di 0811-2093-306 atau Emergency Kesehatan: 119.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top