# Go-News

Stok Obat Pengidap ODHA di Bekasi Langka

Stok Obat Pengidap ODHA di Bekasi Langka
Ilustrasi obat

Stok obat bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada di Kota Bekasi mulai mengalami kelangkaan. Bahkan, beberapa rumah sakit di Kota Bekasi mulai menipis.

Focal Point Aktivis Jaringan Indonesia Positif (JIP) Kota Bekasi, Festika Rosani menyayangkan terjadi kelangkaan stok obat untuk ODHA di beberapa rumah sakit termasuk RSUD Kota Bekasi. Sehingga ribuan ODHA yang mengkonsumsi obat untuk kesembuhan terancam.

”Langkanya obat membuat ODHA yang mengkonsumsi obat di Kota Bekasi terancam putus obat untuk kesembuhannya,” katanya kepada wartawan.

Sejauh ini, kata dia, ODHA bukan karena tidak mau minum obat, tetapi disebabkan karena stok obat di semua klinik PDP yaitu RSUD Kota Bekasi, RS Elisabeth, dan RS Ananda stok obat Antiretroviral (ARV) kosong. Malahan, pasien sampai ada yang harus pinjam ke Yayasan Teman Sebaya, agar bisa terus konsumsi ARV.

Kosongnya obat tersebut terjadi sejak Desember 2019 lalu, hingga sekarang ini. Stok ARV Kota Bekasi untuk semua layanan PDP, Tenofovir, Evafirenz, Truvada kosong.

”Diharapkan pemerintah memberikan solusi kepada penderita ODHA agar bisa mengkonsumsi obatnya, hingga ODHA di Kota Bekasi bisa konsumsi obat lagi,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Kusnanto Saidi saat di konfirmasi membenarkan bahwa untuk obat ARV memang sangat terbatas ketersediaannya.

”Saya cek memang ketersediaan obatnya di RSUD terbatas untuk ARV, ya untuk stok obat ARV memang terbatas. Tenovofir stoknya kosong, sampai kita pernah minta ke RS Lampung walaupun cuma dapet delapan botol dengan edisi Februari 2020. Evafirent stoknya masih ada. Terkadang RS harus ambil sendiri ke Dinkes Provinsi untuk dapat obat ARV,” terangnya.

Menurutnya, informasi yang didapat dari pihak provinsi, ada kendala pengadaan di Kemenkes, untuk obat ARV ini. Sebagai langkah antisipasi, karena obat ini merupakan program nasional, kepala Farmasi RSUD Kota Bekasi akan berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak Dinkes Provinsi Jawa Barat.

”Kita akan lakukan kordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait, agar obat untuk ODHA dapat di sediakan,” imbuhnya.

(YUN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top