# Go-News

Zero ODOL 2020, Penerapan ETLE Bakal Diberlakukan di Tol Japek

Zero ODOL 2020, Penerapan ETLE Bakal Diberlakukan di Tol Japek
Ilustrasi Tol Japek

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sedang fokus untuk menertibkan kendaraan berat Over Dimension Over Loading (ODOL) di ruas tol terutama Tol Jakarta-Cikampek.

Penertiban ODOL ini dilakukan menyusul tingginya angka kecelakaan yang terjadi di ruas Tol Japek dan Tol Cipularang. Kendaraan berat ODOL disebut-sebut menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan.

Dalam penertiban ODOL, Kemenhub bekerjasama dengan Korlantas Polri, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat.

Kombes Pol-Kadenwal PJR Korlantas Polri, Bambang Sentot mengatakan dalam mewujudkan hal tersebut pihaknya berencana menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Program ETLE sendiri kata dia, telah di berlakukan oleh Polda Metro Jaya di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Dimana dalam sistem itu, para pelanggar lalu lintas secara otomatis dapat terdeteksi dengan tangkapan layar.

“Jadi sistem ini nantinya bisa mendeteksi para pelanggar baik kendaraan berat maupun kendaraan pribadi. Contohnya kalau tidak pakai seat belt, kecepatan kendaraan, main handphone saat berkendara,” katanya, Minggu (24/11/2019).

Anggota BPJT Kementerian PUPR Agita Widjajanto mengatakan untuk mewujudkan konsep penegakan hukum yang totalitas terutama dalam menyelesaikan isu ODOL di jalan tol adalah jika tercipta kerjasama dan kolaborasi yang baik seluruh pihak yang terlibat seperti BPJT, Ditjen Hubdat, Polantas hingga Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) untuk berkomitmen menuju Zero ODOL di jalan tol.

“Untuk penerapan ETLE di jalan tol ke depannya, para pihak akan mengintegrasikan smart camera_yang ada di jalan tol untuk dapat ditempatkan di beberapa titik yang berfungsi menangkap data plat nomor kendaraan, kecepatan kendaraan hingga beban kendaraan yang melanggar ketertiban berlalu lintas,” ungkapnya.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur menyampaikan di Jalan Tol Jasa Marga saat ini telah terpasang 22 smart camera_yang tersebar di Jalan Tol Jabotabek dan Jalan Tol Trans Jawa.

“22 smart camera ini akan menangkap data yang terintegrasi dengan sistem penegakan hukum yang dikelola oleh Kepolisian. Kami dukung penerapan ETLE di jalan tol karena salah satu yang menjadi fokus kami adalah pengguna jalan berkesalamatan yang dapat memenuhi tata tertib lalu lintas,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan dalam tol yang terjadi saat ini adalah imbas dari kendaraan yang mengalami over load dan over dimensi. Lebih dari 50 persen angka kecelakaan diakibatkan karena kendaraan yang over load dan over dimensi.

Karenanya, edukasi terhadap pengguna jalan tol ini dilakukan secara persuasif namun juga inisiatif agar kegiatan tetap terukur dengan benar

Berdasarkan data, kecelakaan lalu lintas dalam tol selama ini 86 persen akibat kelalaian pengemudi, 14 persen karena faktor kendaraan dan 1 persen faktor lingkungan atau infrastruktur jalan.

Kecelakaan yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek selama ini terjadi di Km 55-56, 66-67 dan 90-91 dengan faktor kendaraan rata-rata yang terlibat yaitu golongan III.

(MYA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

# TERPOPULER

To Top