Hari Bhakti Ke-70, Kepala Imigrasi Kelas II Bekasi Paparkan Program Strategis

  • Bagikan
Hari Bhakti Ke-70, Kepala Imigrasi Kelas II Bekasi Paparkan Program Strategis
Hari Bhakti Ke-70, Kepala Imigrasi Kelas II Bekasi Paparkan Program Strategis

Kantor lmigrasi Kelas ll Non TPI Bekasi menggelar upacara dalam rangka Hari Bhakti Keimigrasian ke-70, Senin (27/1/2019). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas Il Non TPI Bekasi Petrus Teguh Aprianto dalam kesempatan ini menyampaikan sambutan dari Mentri Hukum dan HAM RI. Ia mengatakan Imigrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintahan Republik Indonesia.

Imigrasi memiliki peran yang strategis dan penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat. Ditambah Iagi dengan peran lmigrasi terkait mobilitas manusia yang masuk dan keluar wilayah Indonesia, membuat pemerintah memiliki harapan besar dalam pelaksanaan tugas penciptaan inovasi Keimigrasian.

Fungsi Keimigrasian yang menjadi intisari dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 telah diaktualkan dengan baik kedalam kebijakan dan kegiatan-kegiatan Direktorat Jenderal Imigrasi di Tahun 2019, baik yang bersifat internal maupun yang berpengaruh kepada masyarakat luar. kata Kanim Petrus Teguh Aprianto

“Hal ini menunjukkan bahwa di tahun 2019, Kegiatan Direktorat Jenderal Imigrasi telah direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan tepat sasaran,” kata dia.

Menurutnya, capaian membanggakan juga telah dihadirkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dan Unit Pelaksana Teknis Keimigrasian, antara lain dalam fungsi pelayanan Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi.

Di Bekasi sendiri, Imigrasi berhasil membangun kerja sama yang baik untuk membuka titik-titik baru pelayanan Keimigrasian seperti Unit Kerja Kantor Imigrasi, Unit Layanan Paspor, dan Mall Pelayanan Publik.

Ia menjelaskankan, sampai dengan tahun 2019 terdapat 11 Unit Kerja Kantor Imigrasi, 20 Unit Layanan Paspor, 5 Mall Pelayanan Publik, dan 13 Layanan Terpadu Satu Pintu.

“Hal ini merupakan wujud nyata keberhasilan kerja sama antara Direktorat dengan Imigrasi Pemerintah Daerah dan Jenderal Kementerian atau Lembaga lainnya,” terangnya.

Selain itu, di tahun 2019 sambung Petrus, Paspor Elektronik Republik Indonesia mendapatkan sertiflkat Public Key Directory (PKD) dari International Civil Aviaton Organisation (ICAO) dan memperoleh pengakuan dari 68 Negara Anggota ICAO, hal ini berimplikasi pada keamanan data warga Negara Indonesia yang tersimpan lebih aman dan baik.

Disisi Iain juga dengan telah diterimanya Sertiflkat PKD dari ICAO, warga Negara Indonesia pemegang paspor elektronik Indonesia akan dengan mudah dan nyaman melintas ke negara-negara anggota ICAO. Di bidang Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, tahun 2019 Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil meraih 3 Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani dan 21 Wilayah Bebas dari Korupsi.

“Hal yang sangat membanggakan dan merupakan sebuah hadiah yang besar bagi seluruh insan lmigrasi. Momentum ini harus juga sejalan dengan perubahan positif terhadap pola pelayanan dan etos kerja yang mengarah kepada perubahan yang lebih baik,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, Imigrasi tetap giat melaksanakan penegakan hukum di bidang keimigrasian. Pada Tahun 2019 Direktorat Jenderal Imigrasi telah melaksanakan 7.155 Tindakan Administratif Keimigrasian dan 155 penyidikan atas pelanggaran terhadap Regulasi Keimigrasian yang berlaku.

Hari Bhakti Ke-70, Kepala Imigrasi Kelas II Bekasi Paparkan Program Strategis
Hari Bhakti Ke-70, Kepala Imigrasi Kelas II Bekasi Paparkan Program Strategis

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari penetapan dan pelaksanaan direktorat koordinasi yang baik dan berkesinambungan antara Jenderal Imigrasi selaku instansi pembina teknis dan seluruh Unit Pelaksana Teknis yang menjadi perpanjangan tangan di daerah.

Dalam fungsi Keamanan Negara, Direktorat Jenderal Imigrasi terus menerus melaksanakan tugas dalam hal pengawasan terhadap Ialu lintas orang keluar dan masuk, serta kegiatan mereka selama berada di wilayah Indonesia. Hal ini ditandai dengan Pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing yang dilaksanakan secara bertahap sampai ke level kecamatan pada masing-masing wilayah kerja, selain pengawasan terkait keberadaan orang asing.

Imigrasi juga telah melaksanakan filterisasi terhadap orang-orang yang melintas pada tempat pemeriksaan imigrasi. Pada Tahun 2019 tercatat 18.678.968, Ialu 9 ribu perlintasan Warga Negara Indonesia, dan 22.833.307 perlintasan Warga Negara Asing

“Hal ini haruslah sejalan dengan pelaksanaan Selective Policy yang hanya memberikan ruang bagi orang-orang yang bermanfaat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pembaharuan kesisteman, utamanya terhadap Sistem Informasi,” terangnya.

Tidak hanya itu, Manajemen Keimigrasian yang menjadi backbone pelaksanaan tugas dan fungsi Keimigrasian, pada Tahun 2019 telah diluncurkan SIMKIM VERSI 2.0 yang menjadi momentum E-Government dan Digital keberlanjutan Implementasi Government di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, dalam Fungsi Fasilitator Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat.

Petrus mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal migrasi telah dengan baik menjalankan peran-peran strategis seperti pelaksanaan pelayanan pada Kawasan Ekonomi Khusus yang menjadi salah satu fasilitas investasi yang dimiliki Indonesia, Imigrasi telah menghadirkan fungsi Keimigrasian yang memberikan kemudahan layanan dan regulasi dengan lebih efisien dan nantinya akan memberikan dampak positif dalam pertumbuhan perekonomian dan Investasi.

Kekinian di tahun 2020, Kementrian Hukum dan HAM mengamanatkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi beserta seluruh jajaran untuk dapat melaksanakan pengembangan Sistem Layanan lzin Tinggal Terbatas melalui penyediaan persetujuan izin tinggal terbatas secara elektronik. Kemudian pengembangan penegakan hukum melalui perwujudan administrasi penegakan hukum dan penurunan jumlah pelanggaran Keimigrasian

Lalu, peningkatan pelayanan pengamanan dokumen perjalanan melalui penggunaan paspor elektronik berbahan Polikarbonat melalui perencanaan yang terukur dan implementasi yang efektif dan terjadwal terhadap penggunaan Paspor Elektronik berbahan Polikarbonat dan meningkatkan kerja sama Keimigrasian antar Iembaga.

Petrus menambahkan, target kinerja memang tidaklah mudah, Imigrasi membutuhkan Sumber Daya Manusia yang unggul untuk merealisasikan seluruh target kinerja yang telah diamanatkan. Terbesit harapan bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi dapat merealisasikan seluruh target kinerja dengan baik dan tetap dalam koridor pelaksanaan yang terukur.

“Di kesempatan yang berbahagia ini pula saya mengucapkan Selamat Hari Bhakti Imigrasi ke 70. Imigrasi membutuhkan Sumber Daya Manusia yang unggul untuk mewujudkan indonesia maju dan menjawab tantangan di masa mendatang. jadilah penjaga pintu gerbang Negara yang bermartabat dan berintregitas” pungkasnya

Dalam Rangkaian Hari Bakti Imigrasi ke 70, Kantor Imigrasi Bekasi telah melaksanakan kegiatan Paspor Simpatik Setiap hari Sabtu di bulan januari, Layanan Evening Passport Service, Festival Keimigrasian yang diselenggarakan Ditjenim, Donor darah yang diselenggarakan oleh Ditjenim, Bakti Sosial membersihkan rumah ibadah dan Upacara Hari Bakti Imigrasi.

(YUN)

  • Bagikan