KAI Angkat Bicara Soal Isu Pungli di Stasiun Bekasi Timur

  • Bagikan
Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa.
Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa.

PT KAI memastikan tidak ada pungutan liar (pungli) di Stasiun Bekasi Timur.

Isu pungli mencuat terhadap driver ojek online (ojol) yang diharuskan membayar Rp1.000 untuk menjemput dan menurunkan penumpang di stasiun tersebut.

“Itu bukan pungli melainkan tiket resmi yang diberikan pengelola parkir dalam hal ini pengelola adalah Totabuan Manajemen seperti yang tertera pada tiket yang diberikan pada saat kendaraan melalui gate parkir,” ujar Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, dikonfirmasi Rabu (7/9/2022).

Driver ojol bisa berhenti di depan Stasiun Bekasi Timur untuk menjemput dan menurunkan penumpang agar tak perlu membayar tiket.

Penumpang juga bisa berjalan dahulu ke depan stasiun agar yang menjemputnya itu tak perlu membayar.

“Jika tidak masuk atau tidak melalui gate maka tidak perlu membayar cukup berhenti di depan stasiun kemudian berjalan sekitar 100 meter. Jadi, kami pastikan tidak ada pungli di Stasiun Bekasi Timur,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, driver ojol yang mengantar atau menjemput penumpang di lahan parkir Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, kini harus bayar Rp 1.000.

Hal itu diketahui dari unggahan pemilik akun Twitter @tsanvia. Pemilik akun tersebut mengunggah foto karcis khusus ojek online. “KARCIS MASUK OJEK ONLINE Rp. 1.000,” demikian tulisan dalam karcis tersebut.

Di dalam karcis tersebut juga ada keterangan bahwa karcis itu bukan untuk parkir kendaraan, melainkan hanya untuk menurunkan (drop off) pengguna jasa.

Ada pula stempel bertulisan Totabuan Manajemen Parkir dengan cap berwarna biru dalam karcis tersebut.

  • Bagikan