Bekasi  

Pemkot Bekasi Bakal Berikan Pendampingan Balita Psikologis Balita di Jatiasih

Menurut Tri, kondisi korban yang masih berusia sekitar dua tahun delapan bulan saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius, terutama dari sisi psikologis

Kota Bekasi - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat diwawancara mengenai persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Senin (30/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat diwawancara mengenai persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Senin (30/3/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan seksual terhadap balita di Jatiasih tidak hanya berhenti pada proses hukum, tetapi juga harus berfokus pada pemulihan kondisi korban dan keluarganya.

Menurut Tri, kondisi korban yang masih berusia sekitar dua tahun delapan bulan saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius, terutama dari sisi psikologis

“Kami lebih concern pada pascanya, bagaimana melakukan rehabilitasi psikologis. Pendampingan tidak hanya diberikan kepada korban, tetapi juga kepada orang tua, terutama ibu, dan keluarga secara keseluruhan,” ujar Tri, Selasa (21/4/2026).

Terkait pelaku yang sempat dikabarkan melarikan diri, Tri menyerahkan sepenuhnya proses pengejaran dan penindakan kepada aparat kepolisian.

Berita Bekasi Lainnya  Ketua DPC PDIP Kota Bekasi Ambil Formulir Pendaftaran Bacalon Wali Kota Lewat PKB

“Kalau pelaku kabur, itu tentu menjadi tugas kepolisian untuk mencari dan meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya,” tegasnya.

Namun demikian, ia menilai kasus ini juga mencerminkan persoalan sosial yang lebih luas di masyarakat. Faktor seperti kemiskinan ekstrem hingga kondisi tempat tinggal yang tidak layak disebut menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian bersama.

Tri juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, termasuk soal pengaturan ruang dalam rumah tangga sebagai langkah pencegahan.

“Ada persoalan sosial yang lebih luas, seperti kemiskinan ekstrem dan kondisi tempat tinggal yang kurang layak. Edukasi kepada masyarakat, termasuk pemisahan ruang tidur dalam satu rumah, juga penting untuk mencegah kejadian serupa,” jelasnya.

Berita Bekasi Lainnya  Pembangunan Tanggul Laut Raksasa dari Banten, Bekasi hingga Jatim Butuh Rp123 Triliun, Menteri AHY: Perlu Investasi

Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi akan berupaya melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi pemulihan korban maupun perbaikan lingkungan tempat tinggal warga.

“Ini bagian dari persoalan yang ibarat gunung es, yang mungkin sudah berlangsung lama. Karena itu, penanganannya juga harus menyeluruh,” tambahnya.

Tri memastikan, kondisi psikologis korban beserta keluarga akan terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Yang paling penting, kami memastikan kondisi psikologis korban dan keluarganya mendapat pendampingan maksimal,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *