Bekasi – Aksi intimidasi terhadap jurnalis warga dan pembuat konten kembali terjadi di Kota Bekasi. Dua orang YouTuber independen diduga menjadi korban persekusi verbal dan ancaman kekerasan oleh oknum yang mengaku sebagai pihak keamanan saat sedang mendokumentasikan proyek pembangunan di kawasan Wisata Air Kalimalang, Kota Bekasi, Jumat (29/5/2026) siang.
Insiden tersebut memantik reaksi keras dari komunitas kreator lokal setelah kronologi kejadian diunggah oleh akun media sosial @myth.vlog.
“Dua rekan kami yang berprofesi sebagai YouTuber/konten kreator independen sedang melakukan peliputan kegiatan pengecoran di kawasan Wisata Air Kalimalang. Saat menjalankan tugas peliputan dan dokumentasi, keduanya didatangi oleh seseorang yang diduga sebagai preman,” tulis akun @myth.vlog dalam keterangannya dikutip Sabtu (30/5/2026).
Diancam Motor Bakal Dibakar
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum yang mengaku sebagai penjaga keamanan lokasi tersebut melakukan tindakan intimidasi dan ancaman secara verbal yang membuat kedua kreator tertekan. Tak main-main, oknum tersebut bahkan sempat melontarkan ancaman ekstrem untuk membakar sepeda motor milik korban.
Demi menghindari bentrokan fisik dan menjaga agar peralatan dokumentasi kerja mereka tidak dirusak, kedua konten kreator tersebut memilih untuk tidak meladeni perdebatan lebih jauh dan menghentikan aktivitas peliputan.
“Keduanya memilih untuk tidak banyak berdebat karena khawatir peralatan dokumentasi dan perlengkapan kerja yang mereka gunakan mengalami kerusakan,” lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.
Komunitas Desak Perlindungan Jurnalis Warga
Selama ini, para YouTuber dan kreator konten independen di Bekasi dikenal aktif mengawal berbagai proyek infrastruktur di Jawa Barat, khususnya di wilayah Kota Bekasi. Kehadiran mereka berfungsi sebagai jurnalis warga (citizen journalism) yang menyuguhkan transparansi informasi, progres, serta perkembangan pembangunan daerah kepada masyarakat luas.
Menyikapi insiden pemukulan mundur terhadap ruang informasi publik ini, komunitas konten kreator Bekasi mendesak pihak kepolisian dan Pemerintah Kota Bekasi untuk turun tangan.
Mereka memohon perhatian, kejelasan, serta tindakan tegas dari pihak terkait terhadap dugaan intimidasi ini. Langkah hukum atau penertiban dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali, sehingga jurnalis warga maupun pembuat konten dapat menjalankan aktivitas peliputan di ruang publik secara aman, bebas dari tekanan, dan kondusif.
Sebagai informasi, proyek Wisata Air Kalimalang ini mulai dikerjakan sejak Agustus 2025 dan sempat diproyeksikan selesai pada awal 2026, namun tak sesuai rencana.
Dalam pengelolaan dana patungan yang melibatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, serta Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Estimasi anggarannya menyentuh angka Rp126 miliar. Berdasarkan dokumen dan pernyataan resmi yang dihimpun, terdapat tiga sumber dana besar yang mengalir ke kawasan koridor Kalimalang, yakni dana CSR dari PT Miju Dharma Angkasa sebesar Rp36 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan fisik lima jembatan lengkung, APBD Kota Bekasi sebesar kurang lebih Rp30 milar untuk pembangunan jalur pedestrian, serta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp60 miliar untuk penataan lanskap.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












