Bekasi — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi turun tangan membantu pengusutan peristiwa kecelakaan maut truk molen bernomor polisi B 9548 MV yang merenggut enam korban jiwa di Jalan Cut Mutia, depan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
Penyidik gabungan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbasis pembuktian ilmiah (scientific crime investigation) memanfaatkan perangkat canggih Traffic Accident Analysis (TAA) serta pemindaian tiga dimensi (3D scan) terhadap geometris jalan dan kondisi fisik armada truk molen, Senin (2/11/2026).
Kasubdit Tatib Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol. Mario Christy, menegaskan bahwa Korlantas Polri menerjunkan tim asistensi guna mem-backup penuh Satlantas Polres Metro Bekasi Kota dan Ditlantas Polda Metro Jaya dalam memetakan penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut.
“Hari ini kami dari Korlantas Polri mengadakan asistensi dan membackup Polda Metro Jaya, dalam hal ini Satlantas Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan olah TKP,” kata Kombes Mario Christy di lokasi kejadian, Senin (2/11/2026).
Olah TKP berbasis teknologi TAA ini difokuskan pada pengumpulan bukti elektronik yang presisi, mencakup elemen fisik kendaraan hingga variabel kontur dan kemiringan jalan di lintasan Jalan Cut Mutia.
Tim penyidik mengoperasikan drone pemindai udara untuk mengukur sudut kemiringan turunan jalan persis sebelum lokasi tabrakan, guna menguji apakah kontur jalan berperan signifikan dalam mempercepat laju kendaraan yang diduga mengalami rem blong.
“Tadi kita menggunakan drone, kita men-scan kontur geometri jalannya. Apakah sudut turunnya berpotensi menambah kecepatan dan itu nanti akan kita rekonstruksi lagi,” terang Mario.
Selain kontur jalan, petugas merekam seluruh alur kecelakaan secara digital melalui pemindaian 3D—mulai dari titik awal kehilangan kendali, titik benturan pertama dengan warga dan tiang halte, hingga posisi akhir truk terguling.
“Mulai dari titik-titik pertama, titik kedua, benturan awal, posisi terakhir, kita sudah laksanakan scanning secara tiga dimensi. Itu akan dijadikan bukti elektronik petunjuk dalam proses penyidikannya nanti,” jelasnya.
Usai merampungkan pemindaian geometris dan penandaan titik benturan di lintasan Jalan Cut Mutia, tim ahli Korlantas Polri dan Satlantas melanjutkan pemeriksaan mekanis mendalam terhadap fisik bangkai truk molen.
Pemeriksaan teknis ini mencakup pengujian kompresi sistem pengereman, kelaikan ban, hingga kaitan keterlambatan uji berkala kendaraan (uji KIR) dan pajak pelat nomor yang diketahui telah menunggak selama empat tahun.
Hasil olah TAA 3D ini nantinya diproyeksikan dalam bentuk simulasi video rekonstruksi digital untuk melengkapi berkas penyidikan kepolisian.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya












