Bekasi  

Bekasi Siapkan Skema Pengamanan untuk 99 Gereja Saat Natal 

Kota Bekasi - Kasatpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana saat diwawancara wartawan. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Kasatpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana saat diwawancara wartawan. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi mulai mematangkan skema pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas ibadah Natal di 99 gereja yang tersebar di seluruh wilayah kota. Dari total tersebut, 20 gereja besar ditetapkan sebagai titik prioritas pengawasan.

Kasatpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana mengatakan gereja-gereja dengan jumlah jemaat besar menjadi fokus utama. Beberapa di antaranya berlokasi di Pondok Gede, Medan Satria, Rawa Lumbu, kawasan Terminal Bekasi, Jati Sampurna, hingga deretan gereja besar di Grand Galaxy City.

“Kami ingin memastikan pelaksanaan ibadah Natal berjalan aman, nyaman, kondusif, dan tertib. Harapan kami, perayaan Natal 2025 membawa suasana harmonis bagi seluruh warga dan umat Nasrani di Kota Bekasi,” ujar Nesan.

Selain pengamanan Natal, Pemkot Bekasi juga memetakan titik-titik keramaian malam Tahun Baru di seluruh kecamatan. Sejumlah lokasi diperkirakan menjadi pusat perayaan, di antaranya:

Summarecon Bekasi (perbatasan Medan Satria–Bekasi Utara) Kawasan Galaxy dan Pakuwon Mall Flyover Rawa Panjang dan Rawa Lumbu Persimpangan Citra Gran Pertigaan Pasar Rebo, Jati Asih Pondok Gede, yang dikenal padat oleh warga keturunan Tionghoa yang menyalakan kembang api

Menurut Nesan, pola keramaian tersebut terjadi hampir setiap tahun dan membutuhkan pengamanan ekstra.

Pengamanan Nataru dilakukan melalui koordinasi erat dengan unsur Kepolisian, TNI, Forkopimda, serta lembaga khusus seperti Densus 88 dan BNPT untuk mengantisipasi potensi radikalisme.

“Tidak semua kerawanan muncul dari keramaian. Ada gesekan-gesekan yang bisa memicu paham radikalisme. Karena itu kami kolaborasi lintas lembaga,” ujarnya.

Satpol PP Kota Bekasi menerjunkan 684 personel yang dibagi dalam sejumlah posko rawan. Mereka didukung armada kendaraan operasional, mulai dari roda dua, roda empat, hingga truk untuk mobilisasi lapangan.

Petugas juga melakukan pendataan lengkap terhadap setiap gereja yang menyelenggarakan ibadah, mulai dari tema perayaan, jumlah jemaat, hingga nama pendeta, sebagai bagian dari laporan rutin ke Dirjen Satpol PP dan Linmas Kemendagri.

Terkait potensi gangguan malam tahun baru, Nesan menyebut fokus utama bukan lagi petasan, melainkan kembang api yang mulai dinyalakan jelang pergantian hari.

“Dari tahun ke tahun, situasinya kondusif. Tahun ini pun kami berharap Bekasi tetap aman, tertib, dan nyaman,” tutupnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *